Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dampak Karhutla Papua Tembus NTT, DPR Minta Kemenhut Tak Cuma Diam

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, mendesak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di bawah kepemimpinan Menteri Raja Juli Antoni untuk segera mengambil langkah konkret dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua.

Desakan ini disampaikan setelah sebaran asap dari karhutla Papua dilaporkan telah meluas hingga ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan mengganggu kelancaran penerbangan.

Usman menjelaskan, penyebaran kabut asap yang terbawa angin timur tersebut membuktikan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan di area sekitar titik api, tetapi juga menjangkau daerah tetangga yang berada cukup jauh.

Ia mencontohkan, penerbangan pesawat rute Kupang–Kalabahi dilaporkan gagal mendarat di Kalabahi akibat pekatnya kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut.

“Kementerian Kehutanan harus mengambil langkah konkret dengan segala upaya yang diperlukan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di Papua. Asapnya sudah menyebar sampai Alor, NTT, akibat terbawa angin timur,” ujar Usman kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Menurut Usman, situasi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat karena dampaknya telah mengancam keselamatan dan kelancaran transportasi udara.

Ia menilai peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi mendalam bagi Kemenhut, khususnya dalam memperkuat langkah antisipasi dan pencegahan dini agar kebakaran tidak semakin meluas dan berulang.

Laporan BNPB: Karhutla Tersisa 639 Hektare

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto bahwa luas karhutla yang masih ditangani satgas di lapangan kini tersisa 639,23 hektare.

BNPB memprioritaskan enam provinsi yang didominasi lahan gambut, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.

“Untuk hari ini, yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan jumlahnya adalah 639,23 hektare. Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan,” kata Suharyanto dalam rapat di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Suharyanto mengungkapkan bahwa titik kebakaran di Kalteng mencapai 513,89 hektare. Meski berada di lahan mineral, lokasi ini memerlukan penanganan darurat dengan pengerahan pasukan serta peralatan satgas darat yang dipimpin langsung oleh Pangdam Kalimantan Tengah.

Namun, Suharyanto mengeluhkan kendala pada satgas udara dari bandara Palangkaraya dan Banjarmasin yang sulit bergerak akibat jarak pandang yang sangat terbatas tertutup ketebalan kabut asap. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *