Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

IHSG Anjlok hingga Trading Halt, Sufmi Dasco Minta BEI Segera Berbenah

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat siang, usai adanya “trading halt” Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan meminta agar bursa untuk terus melakukan perbaikan.

Menurut dia, bursa juga perlu mengakomodir pendapat-pendapat dari lembaga rating internasional, termasuk Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dia pun hadir ke BEI bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari, hingga Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

“Kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Dasco saat konferensi pers di BEI.

Dia menilai MSCI seharusnya baru akan melakukan review atau konsultasi pada bulan November, tetapi pada Jumat dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB) MSCI sudah mengeluarkan semacam review.

“Sebenarnya bahwa bursa juga sudah melakukan proses-proses dalam rangka mengakomodir review-review yang sebenarnya baru akan di bulan November tetapi kemudian dalam hal ini OJK dan bursa sudah melakukan proses-proses tersebut,” kata dia.

Untuk itu, menurut dia, DPR pun pada Jumat ini sudah menggelar rapat koordinasi dengan bursa, OJK, Danantara, beserta pihak kepolisian.

“Semua pihak akan memberikan keterangan sesuai dengan porsi masing-masing,” kata dia.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi melemah delapan persen atau menembus batas trading halt (pemberhentian perdagangan saham), dipicu oleh pengumuman MSCI yang membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.

IHSG dibuka melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92 atau mengalami trading halt. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.

“Apabila support 5.828 ditembus, tekanan koreksi berpotensi berlanjut untuk menutup gap di area 5.805-5.744 dan 5.704-5.695, dengan level 5.700 menjadi support psikologis berikutnya.

Jika level tersebut turut jebol, IHSG berisiko melemah lebih dalam menuju 5.300, yang merupakan area previous low,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Jumat. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *