Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Cak Imin Instruksikan Ratusan Ribu Relawan PKB Bantu Penanganan Karhutla

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menginstruksikan seluruh kader dan relawan partainya untuk bergerak membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah. Ribuan relawan disiagakan untuk mendukung upaya pemadaman sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran.

Muhaimin mengatakan, instruksi tersebut telah disampaikan kepada seluruh jajaran kepengurusan PKB, terutama yang berada di wilayah terdampak karhutla. Setiap cabang diminta mengerahkan sumber daya dan jaringan relawan untuk membantu masyarakat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Seluruh kader PKB sudah kita perintahkan untuk bergerak dengan berbagai model langsung dan sudah titik-titik lokasi yang sudah ditetapkan,” kata Muhaimin seusai menghadiri Khataman Al-Qur’an bil Hifzhi dan Silaturahim Nasional III Jam’iyah Mudarasatil Qur’an lil Hafidzat (JMQH) di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (18/10/2026).

Politikus yang akrab disapa Cak Imin itu menjelaskan, bantuan mulai disalurkan melalui jaringan kepengurusan partai di daerah. Bantuan tersebut mencakup masker, air minum, air bersih, serta perlengkapan lain yang dibutuhkan masyarakat selama menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.

“(Bantuan) mulai mengalir ini, masker, air minum, air fryer, pembersih udara,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang telah menerima bantuan adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Melalui Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten OKI bersama Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB Kecamatan Kayuagung, sebanyak 12 ribu liter air bersih disalurkan untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak karhutla.

Penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk bantuan yang diprioritaskan karena masyarakat di wilayah terdampak kebakaran membutuhkan pasokan air untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, masker dan perlengkapan penyaring udara dapat membantu mengurangi paparan partikel asap, meskipun efektivitasnya bergantung pada jenis dan standar perlindungan yang digunakan.

Cak Imin meminta seluruh perangkat relawan PKB meningkatkan kesiapsiagaan dan memusatkan perhatian pada penanganan dampak karhutla. Menurut dia, keberadaan jaringan partai hingga tingkat kecamatan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyaluran bantuan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Kemudian perangkat-perangkat tim relawan kami minta untuk membantu, pokoknya kerja keras fokus di situ (karhutla) dulu semua,” katanya.

Ia menegaskan, relawan PKB sebenarnya telah disiagakan sejak jauh hari untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, penyaluran bantuan yang berlangsung saat ini merupakan kelanjutan dari langkah kesiapsiagaan yang sebelumnya telah dilakukan.

“Sudah mulai (disalurkan), sudah lama (disiagakan), terus kita kirim masker, air bersih, terutama air bersih dibutuhkan,” ujarnya.

Puluhan Cabang PKB Disiagakan

Muhaimin menyebutkan, sekitar 70 cabang PKB berada di wilayah yang terdampak karhutla. Setiap cabang diperkirakan memiliki jaringan relawan antara 2.000 hingga 3.000 orang yang dapat digerakkan untuk membantu penanganan bencana.

“Kalau semua cabang di cabang yang terdampak saja sekitar 70 cabang. Kalau satu cabang itu bisa 2.000-3.000 orang,” katanya.

Berdasarkan perkiraan tersebut, jaringan relawan yang berpotensi dimobilisasi mencapai 140 ribu hingga 210 ribu orang. Namun, angka itu merupakan estimasi kapasitas jaringan relawan, bukan jumlah personel yang telah diterjunkan secara langsung ke lokasi kebakaran.

Pengerahan relawan dalam jumlah besar memerlukan koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan. Koordinasi diperlukan agar kegiatan sukarelawan tidak mengganggu operasi pemadaman dan tetap memperhatikan keselamatan personel di lapangan.

Selain membantu distribusi kebutuhan dasar, relawan dapat berperan dalam pendataan warga terdampak, penyebaran informasi mengenai bahaya asap, serta dukungan logistik bagi masyarakat yang membutuhkan. Keterlibatan tersebut perlu disesuaikan dengan arahan otoritas penanggulangan bencana agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan upaya memadamkan api, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat. Asap kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus yang dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *