Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Mendes Yandri Dorong Al-Khairiyah Perkuat Ekonomi Desa dan Ciptakan Lapangan Kerja

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Cilegon | Harian Merdeka

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak keluarga besar Al-Khairiyah berperan aktif dalam pembangunan desa melalui penguatan ekonomi, kewirausahaan, dan penciptaan lapangan kerja.

Ajakan tersebut disampaikan Yandri saat memberikan orasi ilmiah dalam Muktamar XI Al-Khairiyah di Citangkil, Kota Cilegon, Sabtu (17/10/2026). Ia mengapresiasi komitmen Al-Khairiyah dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) serta mendorong generasi muda berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara.

“Komitmen terhadap SDM yang dilakukan Al-Khairiyah harus kita beri apresiasi setinggi-tingginya. Saya berpesan agar tidak patah semangat dan pantang mundur. Niat yang suci untuk agama, bangsa, dan negara harus menjadi semangat utama,” ujar Yandri.

Menurutnya, keluarga besar Al-Khairiyah memiliki peluang untuk memperkuat pembangunan desa melalui keterlibatan dalam kegiatan ekonomi produktif. Peran tersebut dapat diwujudkan dengan mengembangkan usaha, memanfaatkan potensi lokal, hingga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat desa.

Yandri mengatakan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong kolaborasi tersebut melalui program prioritas dalam 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia.

Salah satu instrumen yang diandalkan adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Lembaga usaha tersebut diharapkan menjadi penggerak perekonomian desa sekaligus membantu produk lokal menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia menyebut sejumlah produk desa telah mampu menembus pasar ekspor, di antaranya kendang jembe, gula aren, dan ikan mas koki.

“Saat ini Kemendes PDT telah menyiapkan 49 Negara Tujuan Ekspor produk desa,” kata Yandri.

Selain pengembangan BUMDesa, Kemendes PDT juga menjalankan program desa tematik yang disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Program ini ditujukan untuk mendorong pengembangan ekonomi berbasis keunggulan lokal dengan dukungan bantuan yang dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Kemendes PDT juga merencanakan kolaborasi dengan Bank Dunia melalui program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI). Melalui program tersebut, setiap desa berpeluang memperoleh bantuan hingga Rp2,5 miliar.

Al-Khairiyah Diharapkan Perkuat SDM dan Kemandirian Desa

Dalam kesempatan yang sama, Yandri menyampaikan ucapan selamat kepada KH Ali Mujahidin yang kembali terpilih sebagai Ketua Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah untuk periode 2026–2031.

Ia berharap kepemimpinan baru tersebut dapat memperkuat peran Al-Khairiyah dalam mencetak SDM unggul sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Dukungan terhadap pengembangan SDM juga disampaikan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah. Ia mengapresiasi penyelenggaraan Muktamar XI Al-Khairiyah dan berharap organisasi tersebut terus berkontribusi dalam pendidikan keislaman serta dakwah di Banten dan Indonesia.

“Kami meyakini hasil Muktamar ini bakal membawa Al-Khairiyah makin konsisten dalam pendidikan Keislaman dan dakwah di Banten dan Indonesia,” kata Ratu.

Pemerintah Kabupaten Serang juga menjalin kerja sama dengan Al-Khairiyah untuk meningkatkan kualitas SDM. Salah satu bentuk dukungannya adalah pemberian beasiswa kepada 60 orang untuk menempuh pendidikan di Al-Khairiyah.

Sebagai langkah memperkuat sinergi kelembagaan, Yandri turut menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PB Al-Khairiyah. Kerja sama tersebut mencakup sinergi program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa serta daerah tertinggal.

Pada kesempatan itu, PB Al-Khairiyah memberikan penghargaan “Satria Setia Bhakti” kepada Yandri atas kontribusi dan kolaborasinya dengan organisasi tersebut.

Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Rektor Universitas Al-Khairiyah Rafiudin, Rektor Institut Al-Khairiyah H Munji, Ketua Himpunan Wanita Al-Khairiyah Hj Inayah, Ketua Dewan Pakar Amin Suma, dan Ketua Majelis Syuro Mansyur Muchyidin.

Yandri hadir didampingi Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Sekretaris BPI Fajar Tri Suprapto, Kepala Balai Besar Jakarta Enirawan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Kemendes PDT.

Melalui kolaborasi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, penguatan ekonomi desa diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM, sehingga potensi lokal dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *