Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, Aliansi BEM Lintas Kampus Turun ke Jalan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) berencana menggelar demonstrasi di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026. Aksi ini bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan keterangan Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan, aksi mahasiswa di Jakarta dijadwalkan berlangsung di dua lokasi, yakni Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Aksi simbolik di Tugu Proklamasi direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, demonstrasi dijadwalkan berlangsung di kawasan Tugu Tani pada pukul 15.00 WIB.

Komite Sadar merupakan aliansi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.

Meski tergabung dalam aliansi yang sama, tidak semua kampus akan mengirimkan peserta aksi ke Jakarta. Sebagian mahasiswa dijadwalkan menyampaikan aspirasi di daerah masing-masing.

Yatalathof menjelaskan, BEM UI akan mengikuti aksi di Jakarta, sedangkan sejumlah kelompok mahasiswa lainnya menggelar demonstrasi secara lokal sebelum merencanakan gerakan bersama dalam skala lebih besar.

Lima Tuntutan Mahasiswa dalam Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan yang mencakup persoalan lingkungan, ekonomi, kebebasan berpendapat, pemberantasan korupsi, hingga akses terhadap layanan dasar.

Berikut lima tuntutan yang disampaikan Komite Sadar:

1. Penanganan kebakaran hutan dan banjir sebagai bencana nasional

Mahasiswa mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir sebagai bencana nasional. Mereka juga menuntut pemulihan kesehatan masyarakat terdampak dan penegakan hukum terhadap korporasi yang dinilai bertanggung jawab, termasuk pencabutan izin perusahaan terkait.

2. Perbaikan kebijakan ekonomi

Mahasiswa meminta pemerintah membenahi tata kelola ekonomi dan memulihkan kepercayaan pasar. Persoalan ekonomi menjadi salah satu perhatian yang mereka soroti, termasuk kenaikan beban pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

3. Penghentian pembatasan kebebasan berpendapat

Tuntutan berikutnya berkaitan dengan kebebasan berekspresi. Mahasiswa meminta pemerintah menghentikan praktik pembatasan kebebasan berpendapat yang mereka nilai menjadi persoalan dalam kehidupan demokrasi.

4. Pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme

Mahasiswa juga mendesak penanganan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Mereka menyoroti persoalan korupsi serta dugaan penyalahgunaan kekuasaan sebagai bagian dari masalah tata kelola pemerintahan.

5. Penurunan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik

Komite Sadar menuntut agar biaya pendidikan, layanan kesehatan, dan pelayanan publik yang membebani masyarakat dapat ditekan. Mahasiswa juga meminta akses terhadap layanan tersebut tersedia secara lebih merata.

Survei terhadap 560 Responden Jadi Dasar Aspirasi Mahasiswa

Sebelum merencanakan demonstrasi, Komite Sadar menghimpun pandangan masyarakat melalui survei yang melibatkan 560 responden dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Menurut Yatalathof Imawan, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pemerintahan belum berjalan secara maksimal.

Sejumlah isu yang muncul dalam survei meliputi harga kebutuhan pokok, kebebasan berpendapat, kasus korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, deforestasi, kebakaran hutan, biaya pendidikan, serta persoalan ekonomi dan keuangan.

Temuan tersebut menjadi salah satu landasan bagi mahasiswa untuk menyuarakan berbagai persoalan yang mereka anggap membutuhkan perhatian pemerintah.

Namun, hasil survei itu merupakan gambaran dari responden yang dihimpun Komite Sadar. Tanpa informasi lebih lanjut mengenai metode pengambilan sampel dan pembobotan, hasilnya tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia.

Mahasiswa Soroti Kedaulatan Rakyat pada Dua Tahun Pemerintahan

Pemilihan tanggal 20 Oktober sebagai waktu demonstrasi berkaitan dengan peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Yatalathof menegaskan bahwa aksi tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai evaluasi perjalanan pemerintahan, tetapi juga sebagai penyampaian kekecewaan mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang mereka lihat di tengah masyarakat.

Menurut dia, tuntutan mengenai kedaulatan rakyat berkaitan dengan kondisi demokrasi, penegakan hukum, persoalan lingkungan, serta masalah sosial dan ekonomi di berbagai daerah.

Melalui demonstrasi ini, mahasiswa berharap persoalan yang mereka angkat mendapat perhatian dan tanggapan serius dari pemerintah.

Lima tuntutan Komite Sadar tersebut mencerminkan sejumlah isu yang menjadi fokus gerakan mahasiswa dalam memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *