Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Revitalisasi Sekolah di Jayapura Tembus Rp3,1 Miliar, Libatkan Ribuan Pekerja Lokal

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jayapura | Harian Merdeka

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2026 membawa perubahan pada sejumlah sekolah di Kota Jayapura, Papua. Melalui program tersebut, SMA Negeri 2 Kota Jayapura dan SMP YPK Sion Dok VIII memperoleh perbaikan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih nyaman.

SMA Negeri 2 Kota Jayapura mendapatkan bantuan revitalisasi dengan anggaran lebih dari Rp2 miliar. Sementara itu, SMP YPK Sion Dok VIII menerima anggaran lebih dari Rp1,1 miliar. Pelaksanaan pembangunan juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat, termasuk putra asli Papua.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMA Negeri 2 Kota Jayapura, Lea Ansanay, menjelaskan bahwa kondisi bangunan sekolah yang telah berusia sekitar 40 tahun membutuhkan pembenahan. Awalnya, bantuan revitalisasi direncanakan untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas.

Namun, setelah dilakukan perhitungan ulang, anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan yang lebih luas. Pembangunan mencakup tiga ruang kelas baru, rehabilitasi empat ruang kelas, serta pengembangan lantai dua untuk tiga ruang kelas.

Lea menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan kepada sekolahnya. Ia berharap fasilitas yang lebih baik dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.

Keterlibatan masyarakat dalam pengerjaan proyek juga menjadi perhatian. Melalui skema swakelola, pembangunan melibatkan banyak pekerja lokal yang sebagian besar merupakan putra asli Papua. Bahkan, seorang pekerja penyandang disabilitas tunawicara turut berkontribusi dalam proses pembangunan.

SMP YPK Sion Perluas Perbaikan Empat Ruang Kelas

Perubahan serupa dirasakan SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura. Sekolah yang berdiri sejak 31 Oktober 1991 tersebut memperoleh bantuan revitalisasi tahun 2026 dengan anggaran lebih dari Rp1,1 miliar.

Kepala SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, Sonya N. Rumanasen, mengatakan pengerjaan revitalisasi telah rampung 100 persen dalam periode Mei hingga Agustus 2026.

Melalui skema swakelola, sekolah mendapatkan perbaikan ruang administrasi atau ruang guru, ruang kepala sekolah, laboratorium IPA, dan satu ruang kelas. Dalam pelaksanaannya, sekolah kemudian mengoptimalkan anggaran sehingga perbaikan ruang kelas bertambah dari satu menjadi empat ruang.

Menurut Sonya, perubahan kondisi bangunan mendapat respons positif dari masyarakat dan jemaat gereja. Ia berharap fasilitas yang semakin tertata dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah sekaligus menarik lebih banyak orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sana.

Perbaikan tersebut juga dirasakan langsung oleh para murid. Roby Aikarem May, siswa kelas IX SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, mengingat kondisi sekolah sebelum revitalisasi yang kurang memadai.

Saat itu, sejumlah plafon mengalami kerusakan, atap seng bocor sehingga air hujan masuk ke ruangan, dan banyak meja serta kursi yang sudah tidak layak digunakan.

Setelah pembangunan selesai, kondisi sekolah menjadi lebih baik. Plafon telah diperbaiki, keramik diperbarui, dan ruang kelas menjadi lebih nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

Roby berharap seluruh warga sekolah dapat menjaga fasilitas yang telah diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan oleh murid-murid saat ini maupun generasi berikutnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti atas bantuan revitalisasi tersebut.

Menurut Roby, kondisi sekolah yang lebih baik membuat murid dapat belajar dengan nyaman, lebih bersemangat, dan betah mengikuti kegiatan pembelajaran.

Revitalisasi Jangkau 214 Sekolah di Papua

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang layak dan aman melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Dalam kunjungannya ke Jayapura pada Senin (19/10/2026), ia menilai pelaksanaan revitalisasi di sejumlah sekolah berjalan baik. Beberapa satuan pendidikan bahkan telah menyelesaikan pembangunan.

Pemerintah berharap perbaikan sarana dan prasarana pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan sekolah, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, kepercayaan diri, serta harapan generasi muda Papua untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Secara keseluruhan, sebanyak 214 satuan pendidikan di Provinsi Papua telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi tahun 2026 dengan total anggaran lebih dari Rp208 miliar.

Hingga Oktober 2026, sebanyak 36 satuan pendidikan telah menyelesaikan pembangunan dengan progres 100 persen. Jumlah tersebut terdiri atas 13 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan 23 sekolah menengah pertama (SMP).

Program revitalisasi di Provinsi Papua juga melibatkan 2.821 pekerja lokal dalam pelaksanaan pembangunan.

Sementara itu, di Kota Jayapura, sebanyak 47 satuan pendidikan telah menandatangani PKS dengan total anggaran lebih dari Rp41 miliar. Dari jumlah tersebut, delapan sekolah telah menyelesaikan pembangunan, terdiri atas lima PAUD dan tiga SMP.

Pelaksanaan program di Kota Jayapura tercatat melibatkan 535 pekerja lokal.

Melalui revitalisasi tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan. Perbaikan infrastruktur sekolah diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan potensi generasi muda Papua.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *