Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Wamenkeu Juda Agung Dorong DJKN Maksimalkan Aset Negara untuk Perkuat Ekonomi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mendorong transformasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) agar tidak hanya berfokus pada administrasi aset, tetapi juga mampu mengoptimalkan kekayaan negara menjadi sumber nilai tambah bagi perekonomian dan masyarakat.

Menurut Juda, pengelolaan aset negara harus memasuki tahap yang lebih strategis. Aset pemerintah tidak cukup sekadar dicatat, diamankan, dan dipelihara, melainkan perlu dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Juda saat membuka Forum Asset Strategist DJKN Tahun 2026 sekaligus meresmikan Executive Monitoring and Analytic System (EMAS) DJKN di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Ia menjelaskan, selama dua dasawarsa DJKN telah membangun fondasi pengelolaan kekayaan negara yang profesional, akuntabel, dan kredibel. Namun, tantangan pembangunan serta keterbatasan ruang fiskal menuntut adanya optimalisasi seluruh sumber daya negara, termasuk aset yang dimiliki pemerintah.

“Aset negara tidak cukup hanya dicatat, diamankan, dan dipelihara, harus semakin produktif dan memberikan manfaat yang nyata bagi perekonomian dan masyarakat,” tegas Juda.

Untuk mempercepat perubahan tersebut, Juda menyampaikan tiga arahan utama bagi DJKN. Pertama, memperkuat posisi organisasi sebagai asset strategist melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, keahlian sumber daya manusia, serta pembagian kewenangan yang lebih efektif.

Dengan penguatan tersebut, DJKN diharapkan mampu menyusun strategi dan memberikan solusi dalam pengelolaan aset maupun piutang negara. Perannya tidak lagi sebatas menjalankan prosedur administrasi.

Kedua, pengelolaan kekayaan negara harus memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian. Hal ini dapat dilakukan melalui penguatan fungsi penilaian untuk meningkatkan kualitas belanja negara serta pengembangan layanan lelang sebagai salah satu instrumen pendukung aktivitas ekonomi.

Ketiga, DJKN perlu membangun organisasi yang semakin modern melalui pemanfaatan teknologi digital, pengolahan data, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Transformasi tersebut harus diarahkan pada peningkatan kinerja dan hasil yang terukur.

Sejalan dengan agenda digitalisasi, Juda menyambut peluncuran EMAS DJKN sebagai sistem yang mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data. Kehadiran sistem tersebut diharapkan dapat menyederhanakan proses kerja, mempercepat pelayanan, serta meningkatkan ketepatan kebijakan.

“EMAS tidak boleh hanya menjadi dashboard, tetapi harus menjadi instrumen pengambilan keputusan berbasis data,” ujar Juda.

Forum yang mengusung tema “Dua Dasawarsa DJKN, Akselerasi Pengelolaan Kekayaan Negara” tersebut juga diharapkan menghasilkan keputusan strategis yang dapat segera ditindaklanjuti.

Juda menekankan, setiap keputusan perlu disertai penanggung jawab, target penyelesaian, serta indikator hasil yang dapat dievaluasi. Menurutnya, akselerasi organisasi bukan sekadar mempercepat pekerjaan, tetapi juga memastikan keputusan yang diambil lebih tepat dan menghasilkan dampak lebih besar.

Ia optimistis DJKN mampu menjalankan transformasi tersebut dengan memperkuat kolaborasi dan komitmen seluruh jajaran. Momentum peringatan dua dasawarsa diharapkan menjadi titik awal untuk meningkatkan kontribusi pengelolaan kekayaan negara terhadap pembangunan.

“Jika 20 tahun pertama adalah masa membangun fondasi, maka 20 tahun berikutnya harus menjadi masa penciptaan nilai (value creation),” pungkas Juda.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *