Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menkomdigi: AI Factory Terbesar di ASEAN Jadi Langkah Indonesia Menuju AI Hub Regional

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | Harian Merdeka

Indonesia semakin memperkuat ambisinya menjadi salah satu pusat pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di kawasan Asia Tenggara. Hal itu ditandai dengan peluncuran Zankore by Indosat, kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA untuk membangun AI Factory berskala besar di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyambut positif rencana tersebut. Infrastruktur komputasi AI ini ditargetkan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun dan diharapkan mampu menjadi fondasi pengembangan berbagai layanan AI, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar regional.

Meutya mengatakan, komitmen investasi dari empat perusahaan teknologi global tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap potensi ekonomi digital Indonesia.

“Pemerintah menyambut baik komitmen empat perusahaan teknologi global untuk membangun AI Factory di Indonesia. Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi,” kata Meutya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

AI Factory pada dasarnya merupakan infrastruktur komputasi berkapasitas besar yang dirancang khusus untuk pengembangan dan pengoperasian layanan AI. Infrastruktur ini tidak hanya mengandalkan pusat data, tetapi menggabungkan berbagai komponen dalam satu ekosistem, mulai dari GPU berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan data, hingga layanan GPU-as-a-Service dan pengelolaan beban kerja AI.

Skala pembangunan yang direncanakan membuat proyek ini menjadi salah satu investasi infrastruktur AI terbesar di kawasan Asia Tenggara. Tahap awal pembangunan ditargetkan dimulai pada semester pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas sekitar 200 megawatt (MW).

Kapasitas tersebut nantinya akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai 1 GW dalam tiga tahun. Meutya menyebut rencana pembangunan AI Factory telah melalui proses persiapan yang cukup panjang dan mendapat dukungan pemerintah sejak awal.

Menurutnya, gagasan pembangunan infrastruktur tersebut bahkan telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sekitar dua tahun lalu. Kini, prosesnya telah mencapai tahap final sehingga dapat diumumkan kepada publik.

“Rencana ini telah digagas sejak awal dan disampaikan dua tahun lalu kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kini seluruh proses telah mencapai tahap final sehingga dapat diumumkan kepada publik,” ujarnya.

Tak hanya membangun infrastruktur komputasi, Zankore juga akan menjadi tempat pengembangan dan hosting Sahabat-AI, model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) open-source Indonesia dengan 70 miliar parameter.

Sahabat-AI dirancang mendukung sejumlah bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Kehadiran model tersebut diharapkan memperkuat pengembangan teknologi AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Indonesia.

Zankore juga akan menghadirkan layanan Token-as-a-Service. Layanan ini diharapkan membuka akses pemanfaatan komputasi AI secara lebih luas, termasuk bagi masyarakat, pelaku UMKM, kementerian dan lembaga, hingga pengembang aplikasi.

Meutya menilai pembangunan AI Factory memiliki arti lebih luas dibandingkan sekadar penambahan kapasitas pusat data. Menurutnya, proyek tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem AI nasional secara menyeluruh.

“Yang dibangun bukan sekadar pusat data atau infrastruktur komputasi. Ini adalah fondasi ekosistem AI nasional yang utuh, mulai dari kapasitas komputasi, layanan AI, hingga pengembangan model bahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor,” jelasnya.

Ia meyakini keberadaan infrastruktur tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai AI Hub regional karena mampu melayani kebutuhan nasional sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi AI di kawasan.

Selain AI Factory, pemerintah juga tengah mendorong pembangunan fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia yang berlokasi di Cikarang. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai diresmikan pada Desember 2026 dan diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri AI nasional.

Meutya menyebut Indonesia memiliki sejumlah modal penting untuk menjadi pusat infrastruktur AI regional. Selain kemampuan membangun infrastruktur berskala besar dan dukungan sumber energi yang terus berkembang, Indonesia memiliki pasar domestik lebih dari 280 juta penduduk.

Potensi tersebut diperkuat dengan kebijakan pemerintah yang mendorong transformasi digital serta pengembangan talenta digital.

“Ketika infrastruktur, pasar, talenta, dan kebijakan berjalan beriringan, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan AI di kawasan,” kata Meutya.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus menjaga iklim investasi agar tetap kondusif bagi masuknya investasi strategis di bidang teknologi. Di sisi lain, pengembangan AI juga akan diarahkan agar berlangsung secara bertanggung jawab, inklusif, serta memberikan manfaat dan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Dengan pembangunan AI Factory, pengembangan model bahasa lokal, hingga penguatan rantai pasok perangkat keras, Indonesia kini tidak hanya diarahkan sebagai pengguna teknologi AI, tetapi juga sebagai bagian penting dari ekosistem pengembangan AI di tingkat regional.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *