Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Remisi Kemerdekaan Untuk 166 Warga Binaan di Lapas Kelas IIB Gunungsitoli

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Gunungsitoli | Harian Merdeka

Sebanyak 166 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli menerima Remisi Umum I pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.

Pemberian remisi berlangsung dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Upacara Lapas Kelas IIB Gunungsitoli. Upacara digelar bersama Kantor Imigrasi Kelas III TPI Nias dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Gunungsitoli, jajaran Lapas Gunungsitoli dan Kantor Imigrasi Nias, Dharma Wanita Persatuan, peserta magang, serta warga binaan.

Dalam amanatnya, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga kedaulatan negara, menjunjung integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, produktif dan berorientasi pada pembinaan manusia.

Dari 166 warga binaan yang menerima remisi, 38 orang merupakan penerima remisi pertama, sedangkan 128 lainnya menerima remisi lanjutan. Besaran remisi diberikan secara beragam sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemberian remisi diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk mengikuti program pembinaan, memperbaiki perilaku, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Selain pemberian remisi, warga binaan juga menunjukkan hasil pembinaan keterampilan melalui sebuah karya ukiran kayu berupa wajah Wali Kota Gunungsitoli. Karya tersebut dibuat di bengkel kerja Lapas Gunungsitoli dan diserahkan sebagai cinderamata kepada Wali Kota.

Karya itu menjadi salah satu gambaran program pembinaan yang mendorong warga binaan mengembangkan keterampilan dan kreativitas selama menjalani masa pidana.

Usai rangkaian kegiatan di Lapas Gunungsitoli, Wali Kota bersama Forkopimda dan Kalapas Gunungsitoli melanjutkan agenda ke Alun-Alun Kota Gunungsitoli untuk mengikuti upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.(Adi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *