Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Aksi Peduli Gempa NTT, Kemendes PDT dan Kementrans Galang Donasi Lewat Kesenian Rakyat

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan donasi senilai Rp100 juta untuk para korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kita nyatakan dukacita atas bencana yang terjadi dan telah juga menggalang donasi untuk disalurkan kepada korban,” kata Menteri Desa (Mendes) PDT Yandri Susanto dalam aksi peduli bencana yang digelar di Jakarta, Selasa.

Ke depannya, Yandri berharap donasi yang telah terkumpul tersebut dapat terus bertambah lagi, mengingat para korban masih membutuhkan bantuan.

Aksi peduli bencana itu pun dimeriahkan dengan kegiatan Rangkaian Kesenian Rakyat dan sejumlah permainan. Staf dan pegawai yang hadir juga bisa melihat pameran produk yang dihasilkan oleh BUMDes serta menikmati kuliner khas.

Mendes lantas mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilainya mampu membangun rasa kebersamaan diantara staf Kemendes PDT dan Kementrans.

“Kemendes dan Kementrans ini satu badan dan satu tubuh yaitu Merah Putih sehingga menghadirkan permainan yang memupuk kekompakan,” kata mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Lebih lanjut, ia memaparkan permainan itu seperti Lari Karung, Tarik Tambang, atau Lari Menggunakan Balon. Permainan tersebut, ucapnya, menegaskan makna yang selalu diucapkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yaitu “Kita Ini Superteam, bukan Superman”.

“Kami ingin memastikan semua staf dan pegawai untuk mengisi kemerdekaan yang telah berusia 81 tahun ini dengan tulus sehingga bisa majukan desa-desa di Indonesia,” ujar dia.

Diketahui, gempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8), pukul 05.58 WITA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (16/8) malam, mencatat 54 warga meninggal dunia, 199 orang luka-luka, 9.963 orang mengungsi, dan 1.528 kepala keluarga (KK) terdampak.

BNPB juga mencatat sebanyak 2.403 rumah rusak akibat gempa di sisi utara Pulau Flores tersebut, di mana 1.543 di antaranya mengalami rusak berat, 328 rusak sedang, 532 rusak ringan.

Sebanyak 22 fasilitas pendidikan rusak dan 88 lainnya terdampak oleh guncangan gempa tersebut. Sedangkan fasilitas kesehatan yang terdampak mencapai 211 unit, di antaranya 21 rumah sakit dan 190 puskesmas. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *