Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Cak Imin Kritik PBNU di Muktamar: Singgung Saling Pecat hingga Kegagalan 5 Tahun Terakhir

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jombang | Harian Merdeka

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkit kegagalan pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam lima tahun terakhir.

Cak Imin mengungkap hal itu setelah menghadiri acara Majelis Pemberdayaan Manusia di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’Arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur (Jatim), Jumat (28/8).

Menurutnya, kegagalan itu telah merusak ukhuah nahdiyin.

Pria yang juga Menko Pemberdayaan Masyarakat itu menyebut NU secara umum harus mengevaluasi diri.

“Kegagalan lima tahun terakhir ini harus menjadi evaluasi karena muktamar merupakan forum evaluasi,” ujarnya seperti dikutip dari JPNN Jatim

Muhaimin mengatakan, kegagalan pengurus pun terlihat dengan situasi di PBNU yang terus memanas.

“Saling pecat, berantem, kewibawaan para kiai pun hilang, saling mengancam tidak diberi SK,” katanya.

“Loyalitas hilang. Lalu harus bergantung kepada siapa? Satu-satunya cara bangun ukhuah, jangan mengulangi kesalahan,” katanya.

Cak Imin tampaknya kesal banget, hingga merasa perlu tiga kali mengulang satu kalimat yang sama.

“Jangan mengulangi yang salah, yang salah, yang salah,” kata Cak Imin sesaat sebelum masuk ke mobilnya.

“Saya mengetuk kesadaran para pimpinan NU, tidak ada jalan lain agar kekuatan NU ini tidak punah, kecuali NU memiliki sistem yang mandiri,” imbuhnya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *