Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Jangan Hanya Jadi Tempat Pinjam Uang

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat masyarakat meminjam uang. Menurutnya, koperasi harus mampu menjadi wadah untuk memperkuat perekonomian anggota melalui peningkatan kapasitas usaha, produktivitas, hingga akses pasar.

Hal tersebut disampaikan Ferry saat mengunjungi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Minggu.

Ferry mengatakan koperasi harus memberikan manfaat yang lebih luas kepada anggotanya. Tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, koperasi juga perlu membantu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai tambah.

Menurut Ferry, KSP Balo’ta telah menunjukkan praktik tersebut melalui kegiatan pembinaan anggota, termasuk para petani, serta pengembangan perkebunan percontohan kopi.

“Kita tidak boleh puas hanya membuat petani mendapatkan pinjaman. Kita harus membuat petani semakin produktif, semakin sejahtera, dan semakin memiliki posisi tawar,” kata Ferry dalam siaran pers Kementerian Koperasi.

Ia menilai kegiatan pembinaan seperti yang dilakukan KSP Balo’ta perlu terus diperkuat agar koperasi benar-benar dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dan tidak berhenti pada kegiatan simpan pinjam.

Meski demikian, Ferry tetap mendukung pengembangan KSP Balo’ta yang selama ini menjalankan usaha simpan pinjam sekaligus melakukan pembinaan kepada para anggotanya.

Aset KSP Balo’ta Capai Rp1,9 Triliun

Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga mengatakan aset koperasinya telah mencapai Rp1,9 triliun per Juli 2026. Angka tersebut meningkat 609 persen dibandingkan 2014.

Saat ini, KSP Balo’ta memiliki sekitar 15 ribu anggota yang mendapatkan layanan koperasi.

Dedi mengatakan KSP Balo’ta juga telah memperoleh dukungan pembiayaan modal kerja dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi secara bertahap selama sekitar 10 tahun.

Menurutnya, koperasi tersebut telah menerima pembiayaan sekitar 10 kali dengan skema yang dilakukan secara bertahap.

49 Koperasi Aktif di Toraja Utara

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong melaporkan terdapat sekitar 49 koperasi aktif di wilayahnya setelah pemekaran.

Sementara itu, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah rampung 100 persen mencapai 19 unit. Adapun empat unit lainnya masih dalam tahap konstruksi dengan progres antara 60 hingga 90 persen.

Dari total target 151 KDKMP, pemerintah daerah diminta mengawal proses pembangunan secara optimal agar program tersebut dapat berjalan sesuai target.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *