Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Lima Calon Ketum PBNU Lolos, Gus Kikin Peroleh Suara Terbanyak

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jombang | Harian Merdeka

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih K.H. Miftachul Akhyar menyetujui lima calon Ketua Umum PBNU yang telah memenuhi persyaratan dalam proses pemilihan pada Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur.

Persetujuan tersebut menandai berakhirnya tahapan penjaringan calon Ketua Umum PBNU. Selanjutnya, proses pemilihan memasuki tahap musyawarah untuk menentukan Ketua Umum PBNU periode mendatang.

Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU, Prof. Dr. H. Ganefri, mengatakan kelima nama calon yang diusulkan telah mendapatkan persetujuan Rais Aam terpilih, baik secara lisan maupun tertulis.

“Alhamdulillah, Rais Aam terpilih, sesuai dengan tata tertib pemilihan. Setelah kami menghadap Rais Aam terpilih, kelima calon yang kita usulkan itu disetujui oleh Rais Aam secara lisan maupun secara tertulis,” ujar Ganefri dalam sidang di Gedung Serba Guna, Tambakberas, Jombang, Senin.

Selanjutnya, K.H. Miftachul Akhyar bersama delapan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar Ke-35 NU akan bermusyawarah untuk menentukan Ketua Umum PBNU yang baru.

Musyawarah tersebut digelar di ndalem kasepuhan Kiai Abdul Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin pagi.

“Selanjutnya beliau-beliau itu (Rais Aam terpilih dan delapan AHWA) akan bermusyawarah untuk menentukan ketum kita yang baru. Mari kita berdoa agar lebih cepat keluar nama ketum yang baru,” kata Ganefri.

Lima Calon Ketum PBNU

Lima calon Ketua Umum PBNU yang memenuhi persyaratan ditetapkan berdasarkan perolehan suara pada tahapan sebelumnya.

K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi kandidat dengan perolehan suara terbanyak, yakni 472 suara.

Posisi berikutnya ditempati K.H. Zulfa Mustofa dengan 262 suara, K.H. Abdussalam Sochib dengan 261 suara, K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dengan 258 suara, serta K.H. Abdul Ghaffar Rozin dengan 155 suara.

Dalam sidang tersebut, pimpinan sidang juga mengonfirmasi sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi para calon. Di antaranya adalah surat kesediaan menjadi calon, tidak sedang menduduki jabatan politik, serta tidak menjadi pengurus partai politik atau organisasi yang berafiliasi dengan partai politik dalam satu tahun terakhir.

Calon juga disyaratkan tidak pernah dikenai tindakan organisatoris terkait kepengurusan yang dipimpinnya serta memperoleh persetujuan dari Rais Aam.

Dari hasil dialog, seluruh calon telah menyerahkan berkas persyaratan, meski masih terdapat sejumlah dokumen yang perlu dilengkapi. Nama-nama tersebut kemudian diserahkan kepada AHWA untuk mendapatkan persetujuan.

Tanggapan Calon

Gus Kikin menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan para muktamirin. Ia menyatakan siap maju dalam proses selanjutnya sekaligus melengkapi dokumen persyaratan yang masih diperlukan.

Sementara itu, K.H. Zulfa Mustofa mengaku tidak menyangka memperoleh 262 suara dalam proses pemilihan.

“Saya tidak menyangka dengan perolehan saya. Pastinya saya tahu saya dalam hal ini berkompetisi untuk meraih simpati para muktamirin dengan modal yang sangat-sangat seadanya,” ujar Zulfa.

Ia mengatakan selama lima tahun terakhir berupaya membangun komunikasi dengan jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Zulfa juga telah menyiapkan sejumlah gagasan apabila dipercaya memimpin PBNU. Selain melanjutkan program kepengurusan sebelumnya, ia berencana menuangkan visi dan misinya dalam sebuah buku.

“Tentu apa-apa yang saya sampaikan, janji-janji saya dalam visi misi saya, saya sudah mencetak satu buku Panca Khidmat itu, itu akan saya lakukan.

Prinsip umumnya saya akan melanjutkan seluruh program yang sudah dilakukan oleh kepemimpinan terdahulu supaya ada kesinambungan dan terus akan menambah dengan program-program yang lebih baik,” katanya.

Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Acara tersebut dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto dan pada acara penutupan juga dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *