Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Arya Wedakarna Jelaskan Kehadiran di Kontes Transpuan Thailand: Prajurit TNI Itu Pengawal Saya

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, buka suara terkait kehadirannya dalam acara kontes kecantikan transpuan Miss Equality World di Thailand. Kehadirannya menjadi sorotan setelah foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan dirinya bersama seseorang berseragam prajurit TNI.

Arya membantah anggapan bahwa kehadirannya berkaitan dengan dukungan terhadap isu Lesbian, Biseksual, Gay, dan Transgender (LGBT). Ia mengatakan anggota TNI yang mendampinginya merupakan pengawal pribadi.

“Memang pengawal pribadi, pengawal saya. Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah yang agak rawan konflik,” ujar Arya saat dihubungi, Rabu (2/9/2026).

Ia menyebut pengawalan tersebut berkaitan dengan kondisi keamanan Thailand, termasuk konflik dengan Kamboja yang menurutnya masih menjadi perhatian.

“Jadi ya melekat, melekat kepada kami seperti itu dan bertugas dengan baik saja untuk mengamankan saja,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com belum memperoleh pernyataan resmi dari pihak TNI terkait identitas dan status prajurit berseragam dinas yang terlihat mendampingi Arya.

Hadir dalam Acara Pariwisata dan Penghargaan

Arya mengaku acara yang dihadirinya di Thailand terdiri atas sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari peluncuran pariwisata ASEAN, pemberian penghargaan, pameran, hingga diskusi.

Ia mengatakan hadir dalam sesi pemberian penghargaan dan peluncuran video promosi wisata Bali. Arya juga mengaku menerima penghargaan sebagai tokoh budaya Bali.

“Mereka sudah membuat video yang baik ya untuk promosi Bali, alamnya, pantainya. Saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali,” ujarnya.

Menurut Arya, penghargaan tersebut diterimanya sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusinya dalam bidang pariwisata dan budaya Bali.

“Jadi ya maka dari itu kita biasa kalau di Bali menerima penghargaan dari kalangan-kalangan mana pun. Ya namanya orang memberi penghargaan kan kita hargai dong,” katanya.

Klaim Tak Mengetahui Kaitan Acara dengan LGBT

Arya juga mengaku tidak mengetahui bahwa acara Miss Equality World yang dihadirinya berkaitan dengan isu LGBT.

Ia mengatakan tidak ingin mencampuri latar belakang pihak yang memberikan penghargaan. Menurutnya, kehadirannya dalam acara tersebut merupakan bagian dari kegiatan promosi pariwisata Bali.

“Kan kita tidak ikut komentar tentang latar belakang siapa orang-orang yang memberikan penghargaan. Gitu kan ada namanya etika kan seperti itu,” ujarnya.

“Jadi buat kami ya kami mewakili masyarakat Bali yang bekerja di pariwisata seperti itu,” katanya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *