Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Polisi Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Polri memaksimalkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, Polri mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk mendukung proses pencarian. Upaya tersebut dilakukan bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta seluruh unsur terkait di lapangan.

“Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur terkait terus memaksimalkan pencarian terhadap rekan-rekan jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan. Kolaborasi dan sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting dalam upaya pencarian ini, dengan tetap memperhatikan kondisi serta keselamatan personel di lapangan,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Johnny menjelaskan, pencarian dilakukan setelah speedboat bernama Arupadhatu 1 bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut membawa delapan orang dengan tujuan Gunung Anak Krakatau.

Dari delapan orang tersebut, tiga di antaranya merupakan awak kapal, yakni Warta (55) selaku kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu. Lima lainnya merupakan jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Komunikasi dengan rombongan masih berlangsung hingga pukul 14.42 WIB. Saat itu, Bagus sempat berkomunikasi dengan Abay, jurnalis Antara Biro Lampung yang berada di Pulau Sebesi, dan mengabarkan posisi terkini rombongan.

Namun, pada pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan Bagus terputus. Sejak saat itu, rombongan kapal dilaporkan hilang kontak.

“Polri melalui Ditpolair Polda Banten berkolaborasi dengan Basarnas melakukan pencarian di titik terakhir keberadaan speedboat tersebut,” ujar Johnny.

Dalam pencarian, tim gabungan mengerahkan kapal Basarnas, RIB 02 Banten, serta sejumlah peralatan pencarian dan pertolongan.

Kasubdit Patroli Ditpolair Polda Banten AKBP Lis Handayana mengatakan, pencarian melibatkan Basarnas, Ditpolair Polda Banten, dan Mabes Polri.

“Basarnas bersama unsur gabungan dari Direktorat Polair Polda Banten dan Mabes melaksanakan kegiatan pencarian sampai dengan pukul 22.31 WIB. Untuk sementara waktu pencarian dihentikan dan hari ini (Rabu) akan kami lanjutkan kembali,” kata Lis.

Lis memastikan situasi selama proses pencarian berlangsung aman dan terkendali. Tim gabungan akan kembali menyisir wilayah perairan yang menjadi titik pencarian.

“Untuk sementara situasi aman terkendali. Semoga korban cepat ketemu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, Arupadhatu 1 berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Estimasi perjalanan dari dermaga menuju Gunung Anak Krakatau diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam.

Sebelum berangkat, Bagus sempat mengirimkan foto dirinya bersama empat jurnalis lainnya yang berada di dalam kapal kepada istrinya, Desi Purnamasari.

Pada pukul 18.13 WIB, Heriyanto selaku pemandu kapal sempat mengirimkan foto yang menunjukkan dirinya berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Setelah itu, keberadaan rombongan belum diketahui hingga proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *