Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan Akui Program Makan Bergizi Gratis Alami Kegagalan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas secara terbuka mengakui bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto mengalami kegagalan dalam pelaksanaannya.

Pengakuan tersebut disampaikan Zulhas dalam Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

“Apa yang gagal, MBG. MBG kita akui gagal,” kata Zulhas dalam pidatonya.

Zulhas menyoroti besarnya anggaran yang telah digelontorkan pemerintah untuk program tersebut. Namun, menurutnya, besarnya anggaran belum mampu menghilangkan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG.

“Anggaran besar, sudah hampir dua tahun masalah tidak berhenti, termasuk yang terakhir (keracunan massal),” ujarnya.

Menurut Zulhas, kondisi tersebut menunjukkan bahwa program dengan dukungan anggaran besar sekalipun tetap berpotensi gagal apabila tidak dibarengi dengan pengawasan dan manajemen yang memadai.

Ia mengakui berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan, meskipun program tersebut telah berjalan hampir dua tahun.

Persoalan dalam pelaksanaan MBG juga mendorong Presiden Prabowo untuk melakukan pembenahan dari sisi manajemen. Zulhas mengatakan sejumlah pihak yang dinilai bermasalah dalam pengelolaan program telah diproses.

“Manajemen yang bermasalah sudah diproses. Pak Presiden nunjuk yang baru, anak muda, fresh, pintar, hebat,” kata Zulhas.

Meski demikian, pemerintah belum menjanjikan penyelesaian secara instan. Zulhas meminta masyarakat memberikan waktu kepada pemerintah untuk melakukan pembenahan terhadap program tersebut.

Ia berharap persoalan MBG dapat diperbaiki secara bertahap dalam satu hingga dua bulan ke depan.

“Berikan kami waktu satu atau dua bulan agar kami, pemerintah membereskan persoalan ini dan melakukan pembenahan secara bertahap,” tegasnya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *