Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Antrean Pertalite dan Solar Mengular, Kapolda Sulbar Warning Pelaku Penimbunan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Mamuju | Harian Merdeka

Kepolisian Daerah Sulawesi Barat meminta masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) Langkah ini diambil menyusul maraknya antrean warga di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akibat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menegaskan, jajaran intelijen kepolisian terus memantau situasi di lapangan guna memetakan potensi kecurangan yang memicu kelangkaan.

“Rekan-rekan dari intelijen selalu membuka telinga dan mata terkait potensi penimbunan BBM kami tidak menutup diri, jika masyarakat memiliki informasi yang akurat, berikan kepada petugas pasti akan kami tindak lanjuti dengan tindakan kepolisian,” ujar Kapolda, Kamis 10 September 2026.

Selain menyoroti potensi penimbunan, Kapolda juga mengimbau warga Sulbar agar tidak terjebak aksi panic buying yang berisiko memperpanjang antrean di SPBU Ia memastikan pasokan dari Pertamina tetap berjalan normal sesuai jadwal pendistribusian di setiap SPBU.

“Masyarakat tidak perlu panik untuk membeli BBM di waktu yang bersamaan. Tetap tertib sesuai aturan dan jangan berebut,” tuturnya.

Kapolda menambahkan, fenomena antrean panjang acap kali diperparah oleh kepanikan warga akibat rumor yang beredar di media sosial Ia meminta masyarakat tidak langsung menelan mentah-mentah kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Mohon jangan mudah termakan provokasi berita di media sosial. Lakukan pengecekan terlebih dahulu agar tidak memicu kepanikan,” pungkasnya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *