Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Guntur Romli Kritik Kebijakan 200 Juta Rekening Massal Jelang 2029

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli mengkritisi kebijakan pembukaan rekening massal untuk 200 juta orang dengan anggaran Rp 11 triliun. Guntur Romli mengatakan Rp 11 triliun uang rakyat, akan digelontorkan untuk membeli rekening.

Dia menyinggung uang yang harus mengendap di rekening bank, sebesar Rp 50 ribu. Guntur Romli menyebut hasil perkalian Rp 50 ribu dengan 200 juta, sebesar 10 triliun. “Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tidak bisa menjelaskan ke mana Rp 1 triliun pergi, biaya admin bank? Proyek siluman?” katanya, dikutip dari akun X pribadinya, Senin (14/9).

Guntur Romli menyentil pertanyaan ekonom Berly Martawardaya yang membongkar kejanggalan itu, melalui tulisan di media sosial X. Berly mempertanyakan alasan pemerintah lebih mudah mengalokasikan Rp 11 triliun untuk program ini, daripada penanganan bencana gempa dan karhutla.

Kemudian, tidak adanya penyisiran dahulu terhadap WNI yang sudah punya rekening di Bank Himbara, supaya tidak dobel dan bisa mengurangi biaya. Guntur Romli menyampaikan program dengan biaya Rp 11 triliun yang hanya menghasilkan saldo Rp 50 ribu per orang, adalah simbol kebijakan tanpa desain matang.

Dia mengatakan proyek jumbo itu digelar tiga tahun menjelang 2029. Guntur Romli menduga kebijakan itu pemborosan berkedok Bansos. “Ini pemborosan berkedok Bansos. Publik berhak meminta Airlangga Hartarto membuka rincian anggaran secara transparan,” ucapnya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *