Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Zulhas Sebut Nelayan Indonesia Golongan Paling Miskin, Ikan Dicuri Asing Capai Rp200 Triliun

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Tingkat kesejahteraan nelayan Indonesia masih memprihatinkan. Hal tersebut tercermin dari tingkat desil dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang masih berada di tingkat yang rendah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan rata-rata nelayan Indonesia berada di desil 1 dengan NTN masih di level 103. Menurutnya, nelayan menjadi unsur masyarakat yang paling miskin.

“Nelayan kita itu termasuk desil satu, nilai tukarnya 103. Jadi yang paling miskin itu nelayan,” ungkap Zulhas di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).

Pria yang akrab disapa Zulhas itu menilai, nelayan tidak bisa menguasai laut Indonesia dalam kondisi tersebut. Di sisi lain, sumber daya alam (SDA) Indonesia juga banyak dicuri oleh nelayan-nelayan asing, seperti Thailand, Vietnam, dan China.

“Lautan kita dikuasai oleh nelayan-nelayan kuat, nelayan-nelayan dari asing. Asing itu, ya, dari Thailand, Vietnam, dari Tiongkok. Menurut Menteri Kelautan, ikan kita itu rata-rata per tahun dicuri Rp 200 triliun lebih,” terangnya.

Zulhas mengatakan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keluaran menjadi sektor prioritas yang didorong untuk setara dengan sektor lain. Pemerintah juga menargetkan peningkatan NTN melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

KNMP ini akan mencakup fasilitas seperti balai lelang, akses kapal, cold storage, bengkel, pabrik es, hingga pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Zulhas menargetkan 5.000 KNMP berdiri pada akhir 2029.

“Jadi mendapat prioritas ini, agar kemiskinan yang dialami oleh nelayan ini bisa dikejar, dipercepat. Itu satu, kampung nelayan 5.000,” pungkasnya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *