Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Hendri Soroti Aktivitas Gibran di Tengah Warga: Disebut “Kampanye Canggih”

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka 

Aktivitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kerap turun langsung ke tengah masyarakat mendapat sorotan. Pengamat politik Hendri menilai pola tersebut memiliki dimensi politik yang perlu dicermati, meski tidak dilakukan dalam bentuk kampanye terbuka.

Hendri bahkan menyebut pola pendekatan tersebut sebagai bentuk “kampanye canggih” yang menurutnya perlu diperhatikan publik.

“Iya, jadi maksud gue ini tuh kampanye canggih. Lo harus hati-hati sama Gibran,” kata Hendri dalam sebuah podcast yang dikutip Senin (21/9/2026).

Menurut Hendri, aktivitas pejabat yang hadir langsung di tengah masyarakat memiliki karakter berbeda dengan kampanye politik konvensional.

Jika kampanye terbuka umumnya ditandai dengan deklarasi, penyampaian visi-misi, atau ajakan memilih, kehadiran pejabat dalam berbagai kegiatan masyarakat dapat berlangsung dalam konteks menjalankan tugas pemerintahan. Namun, menurut penilaiannya, intensitas pertemuan langsung tersebut juga dapat membangun kedekatan personal dengan masyarakat.

Kedekatan itu, kata Hendri, berpotensi menjadi modal politik apabila dikaitkan dengan kontestasi elektoral di masa mendatang sorotan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Gibran sendiri merupakan salah satu figur politik yang kerap diperbincangkan dalam bursa politik nasional mendatang. Meski demikian, penyebutan aktivitas tersebut sebagai “kampanye canggih” merupakan penilaian Hendri, bukan kesimpulan resmi mengenai adanya kampanye politik.

Aktivitas seorang pejabat negara di tengah masyarakat juga dapat merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan agenda pemerintahan. Karena itu, publik perlu membedakan antara kegiatan resmi seorang pejabat dengan aktivitas yang secara faktual memenuhi unsur kampanye politik. (Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *