Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Komisi I DPR Dorong Optimalisasi Alutsista dan Pilot Nirawak di Lanud Adi Soemarmo

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Surakata | Harian Merdeka

Komisi I DPR RI mendorong optimalisasi operasi penerbangan serta peningkatan kelayakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Landasan Udara (Lanud) Adi Soemarmo, Surakarta, Jawa Tengah.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto mengatakan, Lanud Adi Soemarmo memiliki posisi strategis dalam sistem pendidikan dan pertahanan udara nasional.

Pangkalan tersebut menjadi salah satu basis pendidikan TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang berperan mencetak personel dan mendukung kesiapan operasi militer.

“Lanud Adi Soemarmo menempati posisi strategis yang tidak tergantikan dalam sistem pendidikan dan pertahanan udara nasional. Pangkalan ini merupakan basis pendidikan utama TNI AU yang mencetak hampir 90 persen personel melalui Wing Pendidikan 400/Matukjur serta Skadron Pendidikan 401 hingga 405,” ujar Anton dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Lanud Adi Soemarmo, Surakarta, Jumat (25/9/2026).

Menurut Anton, penguatan fungsi Lanud Adi Soemarmo juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Regulasi tersebut memperkuat peran TNI dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan bangsa, termasuk melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajurit yang andal.

Lanud Adi Soemarmo yang divalidasi dari Tipe B menjadi Tipe A pada 2021 dan berada di bawah Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AU (Kodiklatau) juga menggunakan landasan pacu bersama (shared runway) dengan Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo.

Kondisi tersebut, kata Anton, membutuhkan pengelolaan operasi penerbangan dan perawatan alutsista latih yang optimal serta memperhatikan aspek keselamatan penerbangan.

Dorong Pengembangan Pilot Nirawak

Selain optimalisasi operasi penerbangan dan kelayakan alutsista, Anton mendorong pengembangan kompetensi pilot nirawak. Menurutnya, perkembangan teknologi militer membuat penggunaan pesawat nirawak atau drone semakin penting dalam operasi modern.

“Ke depannya pelatih untuk pilot nirawak harus ada, karena perang sekarang sudah berubah. Kita tahu bahwa perang negara-negara besar sekarang sudah menggunakan pesawat nirawak,” ujarnya.

Anton menilai pengembangan kemampuan pengoperasian pesawat nirawak perlu menjadi bagian dari peningkatan kompetensi prajurit TNI AU.

Ia juga menyoroti aspek keselamatan personel dalam penggunaan teknologi nirawak. Menurutnya, pesawat nirawak dapat digunakan untuk menjalankan misi tertentu tanpa menempatkan personel secara langsung di dalam pesawat.

“Pada penerbangan berawak, insiden fatalitas berdampak langsung pada jiwa prajurit. Namun dengan pesawat nirawak, faktor risiko terhadap keselamatan personel dapat ditekan semaksimal mungkin tanpa mengurangi efektivitas misi operasional,” pungkasnya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *