Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Apresiasi Peran Media, Ketua MPR Sebut Wartawan Mitra Strategis Parlemen

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Bandung | Harian Merdeka

Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, menegaskan pentingnya peran wartawan dalam menyampaikan berbagai kegiatan dan kerja-kerja parlemen kepada masyarakat. Menurutnya, tanpa pemberitaan media, berbagai rapat, pembahasan, serta pemikiran yang dilakukan MPR tidak akan tersampaikan secara luas kepada rakyat.

“Saya tidak membayangkan apa jadinya kegiatan MPR kalau tidak ada pemberitaan dari kawan-kawan. Kerja kami, rapat-rapat kami, pembahasan kami, pemikiran-pemikiran kami tidak akan pernah tersampaikan kepada masyarakat kalau tidak ada yang melanjutkan dalam bentuk pemberitaan,” ujarnya.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Media Gathering MPR RI di Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).

Selain Ahmad Muzani, turut hadir Wakil Ketua MPR RI, Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A., Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, S.E., M.M., Deputi Bidang Administrasi MPR RI, Heri Herawan, S.H., Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), Dr. Ariawan, S.A.P., M.H., M.A., Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., para pejabat Eselon II, dan pegawai Sekretariat Jenderal MPR RI.

Peran Media MPR dalam Menyampaikan Kerja Parlemen
Muzani mengatakan, kerja parlemen pada dasarnya merupakan proses politik yang membutuhkan pemberitaan agar berbagai proses dan keputusan yang berlangsung di lembaga tersebut dapat diketahui masyarakat.

“Media sangat penting artinya bagi proses kerja kami, karena proses kerja parlemen pada dasarnya adalah proses kerja politik yang perlu ada lanjutannya dalam pemberitaan sampai ke rakyat,” katanya.

Ia menyadari bahwa wartawan memiliki cara dan sudut pandang masing-masing dalam menyampaikan sebuah peristiwa. Namun, menurut Muzani, hal yang paling penting adalah bagaimana informasi mengenai kerja MPR dapat disampaikan kepada masyarakat secara tepat dan tetap mengedepankan prinsip jurnalistik.

“Intinya adalah bagaimana kawan-kawan akan menyampaikan apa yang disampaikan oleh MPR kepada rakyat. Karena itu, kerja wartawan adalah sebuah kerja yang sangat mulia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga menekankan pentingnya sikap netral dalam pemberitaan. Menurutnya, wartawan memiliki posisi strategis sebagai penyambung informasi antara lembaga negara dan masyarakat sehingga pemberitaan harus disampaikan secara berimbang.

“Memberitakan dari sisi mana pun sebagai penyambung lidah ke masyarakat kemudian tetap harus dalam kondisi yang netral dalam cara memberitakannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi jurnalistik memiliki risiko yang tidak ringan, terutama ketika wartawan menjalankan tugas untuk mendapatkan informasi maupun gambar secara langsung di lapangan.

Muzani mencontohkan keberanian para wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik pada masa perjuangan dan awal kemerdekaan Indonesia. Ia menyinggung dokumentasi peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang menjadi salah satu bukti penting peran wartawan dalam mengabadikan sejarah bangsa.

Menurutnya, perjuangan wartawan dalam mendapatkan dan menjaga dokumentasi sebuah peristiwa penting menunjukkan bahwa profesi jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap perjalanan sejarah bangsa.

“Wartawan adalah pejuang. Kenapa wartawan disebut seorang pejuang? Yang dilakukan oleh wartawan sama dengan yang dilakukan oleh kami semua sebagai seorang anggota MPR. Dia memperjuangkan kebenaran, dia memperjuangkan kemuliaan, dan dia berjuang untuk bangsa dan negaranya,” tegasnya.

Muzani menambahkan, perjuangan wartawan dan anggota parlemen memang dilakukan dalam ruang lingkup yang berbeda. Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama dalam memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

“Atas nama pimpinan Majelis, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua wartawan yang ada di Senayan, yang terus bersama kami dalam memberitakan, dalam menyuarakan, dalam menyampaikan berbagai macam berita yang bersumber dari MPR,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Media Gathering MPR Tahun 2026 ini diikuti oleh lebih dari 70 media yang tergabung dalam Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang semakin baik, serta memperkuat sinergi dalam mendukung komunikasi dan penyebaran informasi MPR RI kepada masyarakat. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *