Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Anis Matta Soroti Threshold 5 Persen, Gelora Siapkan Desk Pemenangan Pemilu

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akan membentuk Desk Pemenangan Pemilu sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Desk tersebut melengkapi dua desk yang sebelumnya telah dibentuk, yakni Desk Verifikasi Partai Politik (Verpol) dan Desk Rekrutmen Anggota.

Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, mengatakan salah satu tugas Desk Pemenangan Pemilu nantinya adalah mendorong perdebatan publik mengenai parliamentary threshold atau ambang batas parlemen.

“Menurut saya, ini akan menjadi perdebatan besar soal threshold di parlemen. Negonya antara 3 sampai 5 persen, tapi mereka mau mengangkat sampai 5 persen,” kata Anis Matta saat memberikan arahan dalam penutupan Rakornas Desk Verpol di Jakarta, Minggu (4/10/2026).

Anis menilai tekanan publik dapat memengaruhi pembahasan mengenai besaran ambang batas parlemen. Menurutnya, jika tekanan tersebut kuat, angka ambang batas parlemen dapat diturunkan, bahkan hingga 0 persen.

“Kalau ada tekanan yang kuat orang bisa turun sampai 3 persen, bahkan bisa 0 persen. Karena itu kita akan segera membentuk Desk Pemenangan Pemilu. Salah satu tugasnya nanti mulai masuk dalam perdebatan public soal threshold ini,” ujar Anis yang juga menjabat Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu).

Menurut Anis, Desk Pemenangan Pemilu akan mengkaji berbagai regulasi terkait ambang batas parlemen yang diterapkan pada Pemilu 2024 maupun pemilu-pemilu sebelumnya.

“ Kemarin lewat Pak Fahri (Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum) kita menyampaikan usulan threshold 0 persen atau 20 persen sekalian. Kalau mau menyederhanakan partai ya 20 persen sekalian, tapi kalau mau meningkatkan partisipasi ya 0 persen,” katanya.

Gelora juga mengajak masyarakat memperdebatkan persoalan suara pemilih yang tidak terkonversi menjadi kursi di DPR RI. Anis menyebut sebanyak 17,3 juta suara atau sekitar 11,4 persen suara pada Pemilu 2024 tidak terkonversi menjadi kursi.

Menurut dia, kondisi tersebut berkaitan dengan adanya partai politik peserta Pemilu 2024 yang tidak memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Anis menilai potensi suara yang tidak terkonversi akan semakin besar apabila ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 5 persen atau bahkan 7 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pemilu.

“Nah, kita mulai akan masuk dalam perdebatan. Kita menyiapkan semua prosedur yang normal untuk mendorong perdebatan tersebut,” imbuhnya.

Di sisi lain, Anis optimistis Partai Gelora mampu meningkatkan perolehan suara dan menembus DPR RI pada Pemilu 2029.

“Saya punya confident (percaya diri) yang lebih tinggi pada Pemilu 2029 ini. Insya Allah kita bisa melewati sekarang (masuk ke DPR),” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik mengatakan Desk Verpol telah menyepakati proyeksi pemenuhan kepengurusan partai sebagai persiapan mengikuti Pemilu 2029.

Proyeksi tersebut mencakup 75 persen plus satu jumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 60 persen Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang akan didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Secara akumulatif nasional kita sudah melampaui ambang batas minimal. Namun, kita tetap melakukan pendampingan untuk wilayah-wilayah dinamis seperti Bali, Nusa Tenggara, Sumbar, dan Papua terus kita kencangkan,” kata Mahfuz.

Data dan dokumen persyaratan tersebut selanjutnya akan mulai dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU. Gelora menargetkan proses pengunggahan data dapat diselesaikan pada Desember 2026 untuk menghindari penumpukan menjelang masa pendaftaran peserta Pemilu 2029 pada 2027.

“Mudah-mudahan data-data yang sampaikan ke KPU terverifikasi semua dan memenuhi syarat (MS). Kita optimis Partai Gelora lolos menjadi peserta Pemilu 2029,” pungkasnya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *