Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Berbasis Industri untuk Sesuaikan Kompetensi Tenaga Kerja

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menguji coba skema pelatihan hibrid yang menggabungkan pembelajaran di balai pelatihan dengan praktik kerja langsung di industri. Program ini bertujuan mengurangi kesenjangan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, pengembangan skema pelatihan tersebut membutuhkan ekosistem yang terintegrasi dengan melibatkan industri, asosiasi profesi, dan perguruan tinggi.

“Saat ini, uji coba (skema hibrid) sedang berjalan di Sumatera Selatan dengan melibatkan beberapa industri besar seperti Bukit Asam, Pusri Palembang, dan Pertamina,” ujar Yassierli saat menghadiri seminar nasional teknik Heating, Ventilating, Air Conditioning, and Refrigerating (HVACR) di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Melalui skema tersebut, peserta akan mengikuti pembelajaran intensif selama satu hingga dua bulan di balai pelatihan pemerintah. Setelah itu, mereka melanjutkan pelatihan melalui praktik kerja secara langsung di perusahaan industri yang terlibat.

Kemnaker menanggung seluruh biaya pelatihan sehingga peserta dapat mengikuti program dan memperoleh sertifikat kompetensi secara gratis.

Skema ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan praktis peserta sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Keterlibatan industri juga memungkinkan materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan.

Bidang HVACR Buka Peluang Kerja Baru

Yassierli menilai bidang HVACR menjadi salah satu sektor yang berpotensi membuka peluang kerja baru. Meningkatnya suhu global turut mendorong kebutuhan masyarakat dan industri terhadap perangkat pendingin serta sistem pengatur suhu.

Kondisi tersebut membutuhkan tenaga teknis yang memiliki keterampilan memadai untuk memasang, merakit, dan memelihara perangkat pendingin sesuai standar.

Menurutnya, pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian dan kompetensi teknis, terutama untuk mencegah kebocoran refrigeran serta mengurangi risiko emisi yang berdampak terhadap lingkungan.

Karena itu, pelatihan vokasi menjadi salah satu langkah penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu memenuhi kebutuhan industri HVACR yang terus berkembang.

Kemnaker Siapkan Jaringan Balai Pelatihan

Untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja, Kemnaker memiliki 34 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jaringan balai tersebut didukung oleh 1.627 instruktur kompeten yang berperan dalam memberikan pelatihan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Melalui penguatan pelatihan vokasi dan kolaborasi dengan industri, Kemnaker mendorong terciptanya tenaga kerja yang lebih kompeten, tersertifikasi, dan siap memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Program pelatihan berbasis industri ini juga menjadi upaya untuk memperkecil kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki pencari kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *