Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Bamsoet Apresiasi Laba Lippo Karawaci yang Meningkat, Dorong Industri Properti Perkuat Ekonomi Nasional

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | Harian Merdeka

Komisaris Independen PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai industri properti memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah kondisi global yang masih penuh tantangan.

Menurut Bamsoet, berbagai dinamika internasional seperti ketegangan geopolitik, perang dagang, ketidakstabilan harga energi, hingga perlambatan ekonomi dunia memberikan dampak terhadap investasi dan daya beli masyarakat. Namun, sektor properti dinilai tetap memiliki potensi besar karena mampu menggerakkan banyak sektor pendukung lainnya.

“Industri properti memiliki multiplier effect yang luas karena berkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari konstruksi, manufaktur bahan bangunan, jasa keuangan, logistik, hingga UMKM. Ketika sektor properti tumbuh, maka aktivitas ekonomi dan lapangan kerja juga ikut bergerak,” ujar Bamsoet usai mengikuti Board of Commissioners Meeting PT Lippo Karawaci Tbk di Menara Matahari Lippo Village Central Karawaci, Tangerang, Banten, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan tersebut dipimpin Komisaris Utama PT Lippo Karawaci Tbk Prof. Dr. Ginandjar Kartasasmita dan dihadiri jajaran komisaris serta direksi perusahaan, termasuk Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk John Riady.

Bamsoet mengatakan, perkembangan industri properti saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan hunian, tetapi telah berkembang menjadi pembangunan kawasan terpadu yang menggabungkan berbagai fasilitas seperti pusat bisnis, layanan kesehatan, pendidikan, hingga area gaya hidup.

Ia menilai konsep kota mandiri atau integrated township menjadi salah satu model pembangunan masa depan karena mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“PT Lippo Karawaci Tbk menjadi salah satu contoh pengembang yang mengembangkan konsep kota mandiri melalui berbagai proyek kawasan terpadu, jaringan pusat perbelanjaan, layanan kesehatan, serta fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Bamsoet juga mengapresiasi kinerja keuangan LPKR yang mencatatkan pertumbuhan laba signifikan pada semester I 2026. Meski pendapatan mengalami penurunan, perseroan tetap mampu menjaga performa dengan mencatatkan peningkatan laba bersih.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, LPKR membukukan pendapatan sebesar Rp3,60 triliun hingga semester I 2026, sementara laba bersih meningkat menjadi Rp385 miliar atau tumbuh sekitar 179 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp138 miliar.

Kinerja positif tersebut turut didukung oleh capaian pra penjualan sebesar Rp3,70 triliun dan EBITDA sebesar Rp754 miliar, meningkat dibandingkan semester I 2025 yang berada di angka Rp627 miliar. Posisi kas perusahaan hingga akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp1,41 triliun.

Bamsoet menegaskan, ke depan daya saing perusahaan properti tidak hanya ditentukan dari jumlah unit yang terjual, tetapi juga dari kemampuan membangun kawasan yang produktif, nyaman, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Tantangan industri properti ke depan semakin berkembang. Digitalisasi, kecerdasan buatan, pembangunan rendah karbon, efisiensi energi, serta penerapan prinsip ESG akan menjadi standar baru yang harus diikuti pelaku industri,” jelasnya.

Ia mendorong perusahaan properti di Indonesia untuk mempercepat transformasi menuju konsep smart city yang memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan energi, transportasi, keamanan, pelayanan publik, hingga lingkungan.

Bamsoet optimistis sektor properti tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional apabila didukung kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat.

“Ketahanan ekonomi nasional akan semakin kuat apabila ditopang industri properti yang sehat, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” pungkas Bamsoet.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *