Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kemenkeu Andalkan APBN untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027. Pemerintah berupaya mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat laju perekonomian nasional.

Direktur Strategi APBN Kemenkeu, Wahyu Utomo, mengatakan pemerintah tetap mencermati berbagai risiko global yang berpotensi memengaruhi prospek ekonomi Indonesia. Sejumlah faktor yang menjadi perhatian meliputi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, fluktuasi harga energi, serta perkembangan perdagangan internasional.

Meski menghadapi ketidakpastian, pemerintah menilai optimisme terhadap perekonomian nasional perlu tetap dijaga. Namun, optimisme tersebut harus disertai perhitungan yang matang agar kebijakan yang diambil mampu merespons berbagai tantangan ekonomi.

“Waspada harus, panik jangan. Tetap optimistis, tetapi optimismenya harus realistis,” ujar Wahyu dalam Katadata Policy Dialogue bertajuk “Outlook Ekonomi 2027” di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Menurut Wahyu, ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan bagi banyak negara. Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik sekaligus merancang strategi yang mampu menopang pertumbuhan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, APBN memiliki peran strategis dalam menghadapi situasi tersebut. Selain berfungsi sebagai penyangga ketika terjadi gejolak ekonomi, anggaran negara juga diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui kebijakan yang mendukung sektor produktif.

“Pemerintah mengarahkan APBN untuk menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni menjaga stabilitas ekonomi ketika terjadi gejolak dan mendorong pertumbuhan melalui peningkatan aktivitas ekonomi domestik,” jelasnya.

Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027, kebijakan fiskal diharapkan mampu memperkuat investasi, mempertahankan daya beli masyarakat, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Peningkatan aktivitas ekonomi domestik menjadi salah satu aspek penting dalam strategi tersebut. Dengan dukungan kebijakan fiskal yang tepat, pemerintah berharap konsumsi masyarakat dan kegiatan dunia usaha dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan nasional.

Di sisi lain, pencapaian target pertumbuhan ekonomi tetap dipengaruhi oleh perkembangan indikator makroekonomi, kondisi eksternal, serta efektivitas implementasi kebijakan pemerintah. Karena itu, pengelolaan anggaran perlu dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan potensi risiko yang dapat muncul.

Wahyu menegaskan bahwa optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia harus berjalan beriringan dengan kewaspadaan. Pemerintah berharap APBN dapat menjadi instrumen yang efektif untuk menjaga ketahanan ekonomi sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan pada 2027.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *