Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun, Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Realisasi investasi Indonesia selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp3.923,2 triliun. Capaian tersebut turut menyerap 5.485.944 tenaga kerja dalam periode triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan angka tersebut setelah melaporkan perkembangan realisasi investasi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/10/2026).

“Jumlah investasi yang masuk total Rp3.923,2 triliun dan penyerapan tenaga kerjanya adalah 5.485.944 orang,” ujar Rosan dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan persebaran wilayah, investasi di luar Pulau Jawa tercatat sebesar Rp2.031 triliun atau setara 51,8 persen dari total realisasi. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa mencapai Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa realisasi investasi di luar Pulau Jawa lebih besar dibandingkan di Pulau Jawa selama periode tersebut. Pemerintah terus mendorong pemerataan investasi agar manfaatnya dapat dirasakan di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi sumber modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1.998,7 triliun. Adapun penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp1.924,5 triliun.

Rosan menegaskan, pemerintah akan terus mendorong investasi berkualitas yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Salah satu fokusnya adalah pengembangan sektor hilirisasi dan industrialisasi untuk memperkuat struktur industri dalam negeri.

“Yang kita inginkan dari investasi yang masuk adalah ujungnya industri hilirisasi, di antaranya kemudian industrialisasi,” ungkap Rosan.

Selain memperkuat sektor industri, pemerintah juga berupaya meningkatkan kepastian berusaha melalui integrasi sistem perizinan yang melibatkan 28 kementerian dan badan. Langkah ini ditujukan untuk menyederhanakan proses perizinan serta memberikan kejelasan waktu bagi investor domestik maupun asing.

Menurut Rosan, kepastian proses perizinan dan iklim usaha menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor. Pemerintah pun berupaya mengurangi berbagai ketidakpastian yang dapat memengaruhi keputusan penanaman modal.

“Yang diharapkan investor kan semuanya tentunya adalah kepastian. Itu yang kita coba lakukan mengurangi ketidakpastian. Baik dari segi perizinan, baik dari segi waktu, baik dari segi iklim investasi,” tegas Rosan.

Dengan realisasi investasi yang mencapai Rp3.923,2 triliun, pemerintah berharap penanaman modal dapat terus mendorong pertumbuhan industri, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat perekonomian nasional melalui pengembangan investasi yang produktif dan berkelanjutan.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *