Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kemiskinan Jakarta Turun Jadi 3,96 Persen, Wibi Andrino Minta Capaian Ditingkatkan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Wibi Andrino, mengapresiasi penurunan angka kemiskinan di Ibu Kota menjadi 3,96 persen. Ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjaga capaian tersebut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Wibi mengatakan, penurunan angka kemiskinan menjadi kabar positif bagi warga Jakarta. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya pemerintah daerah mengurangi kemiskinan.

“Penurunan angka kemiskinan Jakarta menjadi 3,96 persen tentu menjadi kabar positif bagi masyarakat Jakarta. Ini menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kami di DPRD tentu mendukung agar capaian ini terus dijaga dan ditingkatkan,” kata Wibi saat dihubungi, Kamis (22/10/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan angka kemiskinan perlu diikuti dengan peningkatan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui perluasan kesempatan kerja dan pengurangan kesenjangan sosial.

“Yang terpenting, penurunan angka kemiskinan harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, terbukanya lapangan kerja, dan berkurangnya kesenjangan sosial,” ucap dia.

Menurut Wibi, upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya berorientasi pada penurunan persentase penduduk miskin. Pemerintah juga perlu memastikan warga memiliki akses terhadap pekerjaan dan kesempatan ekonomi yang lebih baik.

“Target kita bukan sekadar menurunkan angka kemiskinan, tetapi memastikan semakin banyak warga Jakarta hidup lebih sejahtera,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin di Jakarta telah turun di bawah 4 persen. Berdasarkan data per Maret 2026, angka kemiskinan Ibu Kota tercatat sebesar 3,96 persen.

Pramono menyampaikan capaian tersebut saat memaparkan realisasi APBD DKI Jakarta triwulan III-2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Angka tersebut turun dari sebelumnya 4,03 persen atau berkurang 0,07 poin persentase. Pramono menyebut pencapaian ini sebagai perkembangan positif dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Jakarta.

“Alhamdulillah di bulan Maret kemarin, baru pertama kali Jakarta itu persentase penduduk miskinnya di bawah 4 persen, yaitu 3,96 persen,” kata Pramono.

Penurunan angka kemiskinan tersebut menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Perluasan lapangan kerja, pengurangan kesenjangan sosial, dan peningkatan akses ekonomi menjadi faktor penting agar capaian tersebut dapat dipertahankan.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *