Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Rocky Gerung Soroti Akar Masalah Ekonomi, Sebut Keadilan Sosial Jadi Penentu Nasib Rupiah dan Masa Depan Indonesia

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA I Harian Merdeka

Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional kembali menjadi sorotan setelah muncul prediksi nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga berada di kisaran Rp20.000–Rp25.000 per dolar Amerika Seri

Di tengah perdebatan mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah, pengamat politik Rocky Gerung menyampaikan pandangan bahwa persoalan ekonomi Indonesia tidak cukup dipahami hanya melalui angka pertumbuhan, inflasi, atau nilai tukar. Menurutnya, fondasi utama yang menentukan kekuatan ekonomi nasional adalah terwujudnya keadilan sosial.

“Variabel utama dari ekonomi Indonesia itu adalah keadilan sosial,” kata Rocky saat menjadi narasumber dalam Podcast Hendri Satrio Official, Rabu (5/8/2026).

Menurut Rocky, tujuan utama ilmu ekonomi bukan sekadar mencatat pertumbuhan, melainkan menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan masyarakat.

Karena itu, seorang pemimpin dinilai harus mampu membangun optimisme melalui kebijakan yang memberikan harapan akan perbaikan kondisi ekonomi.

“Pertanyaannya, bagaimana ilmu ekonomi bisa menghasilkan kebaikan dalam kehidupan ekonomi? Itu sebenarnya tidak perlu teori yang rumit. Moral dari ekonomi menuntut seorang pemimpin menghasilkan harapan bagi perbaikan ekonomi,” ujarnya.

Ia menilai, ketika perbaikan ekonomi tidak berjalan sesuai harapan, persoalannya belum tentu terletak pada kebijakan yang dirancang.

Menurut Rocky, keputusan yang diambil tanpa mempertimbangkan seluruh variabel penting berpotensi membuat hasil kebijakan tidak optimal.

“Kalau perbaikan ekonomi itu tidak terlaksana, bukan berarti kebijakannya yang salah, tetapi keputusan diambil tanpa variabel yang lengkap,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menurutnya, kedua program tersebut memiliki dasar yang baik karena selaras dengan amanat konstitusi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada konsep atau gagasan, melainkan sangat ditentukan oleh kualitas pelaksana di lapangan.

“MBG maupun Koperasi itu bagus sebagai ide karena merupakan perintah konstitusi. Tetapi mengangkat orang untuk menyelenggarakan sesuatu yang ideologis itu susah,” pungkasnya.

Pernyataan Rocky menambah dinamika diskusi publik mengenai tantangan ekonomi nasional di tengah meningkatnya perhatian terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dan efektivitas berbagai program pemerintah. Ia menekankan bahwa kepercayaan publik dan keadilan sosial merupakan faktor penting yang perlu mendapat perhatian dalam setiap kebijakan ekonomi, di samping indikator-indikator ekonomi makro.(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *