Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Prabowo Soroti Capaian Program Strategis Nasional

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya berada di jalur yang tepat dalam menjalankan berbagai program prioritas nasional. Memasuki dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih, sejumlah capaian disorot, mulai dari ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna bertajuk Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa kebijakan strategis pemerintah merupakan bagian dari upaya menjaga kepentingan nasional. Program swasembada pangan, penguatan Danantara, serta penerapan ekspor satu pintu disebut sebagai langkah penting untuk memperkuat kemandirian bangsa.

“Saudara-saudara, apa yang kita lakukan ini untuk keselamatan kita. Swasembada pangan, danantara, ekspor satu pintu. Begitu banyak keberhasilan kita. Jadi saya minta, jangan kita minder lagi. Kita, we are on the right track,” ujar Prabowo.

Selain sektor pangan dan ekonomi, Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan program MBG. Ia menilai program tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekaligus mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah tengah melakukan penindakan terhadap berbagai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut. Sebanyak 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung, 353 orang diberhentikan dengan tidak hormat, dan 2.600 orang masih dalam proses pemeriksaan Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).

Presiden meminta seluruh jajaran terkait tidak ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran. Menurutnya, pengawasan dan pembenahan diperlukan agar program MBG berjalan sesuai tujuan.

“Jangan ragu-ragu. Pecat, bersihkan, sampai bersih. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan Jadi Sorotan

Di bidang ekonomi kerakyatan, Prabowo mengapresiasi perkembangan 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang disebut telah beroperasi. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur dasar terus dilanjutkan melalui program bedah rumah dan renovasi sekolah. Prabowo menyampaikan bahwa sekitar 440 ribu unit rumah telah mendapatkan program bedah rumah, sedangkan hampir 90 ribu sekolah telah direnovasi selama dua tahun pemerintahan.

Pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung antardesa. Melalui Satuan Tugas Jembatan, pembangunan hampir 5 ribu jembatan telah dicapai untuk mendukung konektivitas sekitar 12 ribu desa.

“Saya terima kasih Satgas Jembatan, ketuanya Pak Maruli, terima kasih berhasil sekarang sudah mendekati 5 ribu jembatan,” kata Prabowo.

Pada sektor kesehatan, pemerintah telah menganggarkan pembangunan 66 rumah sakit daerah, dengan 22 rumah sakit di antaranya dilaporkan telah selesai dibangun. Penguatan fasilitas kesehatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis.

Selain itu, pengembangan mal pelayanan publik dan digitalisasi pemerintahan terus didorong. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan sosial.

Prabowo Tekankan Kerja Sama Kabinet

Menutup arahannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet dan para tokoh nasional yang mendukung jalannya pemerintahan. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada sejumlah tokoh yang bergabung dalam Dewan Pertimbangan Presiden, di antaranya Chairul Tanjung, Wiranto, dan Hatta Rajasa.

Presiden menilai keterlibatan berbagai tokoh nasional mencerminkan pentingnya persatuan dalam menghadapi tantangan pembangunan. Ia juga mengingatkan bahwa capaian pemerintah harus diikuti dengan evaluasi terhadap berbagai kekurangan yang masih ada.

Menurut Prabowo, pekerjaan rumah pemerintah masih banyak sehingga diperlukan koordinasi dan kerja sama yang solid di antara seluruh unsur pemerintahan.

“Jadi, pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama. Kita atasi bersama, ya. We have to work as a team,” pungkasnya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *