Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Thomas Djiwandono Apresiasi Mentan Amran dalam Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Makassar | Harian Merdeka

Deputi Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono mengapresiasi peran Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketersediaan pangan dan mendukung pengendalian inflasi nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Thomas dalam kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) 2026 di Makassar, Jumat (23/10/2026). Ia menilai upaya menjaga produksi dan pasokan komoditas pangan menjadi bagian penting dalam mempertahankan stabilitas harga di masyarakat.

Thomas bahkan menyebut Amran sebagai panglima pengendalian inflasi karena peran sektor pertanian dinilai berpengaruh terhadap keberhasilan menjaga stabilitas harga pangan.

“Panglimanya adalah Pak Menteri Pertanian yang kita banggakan. Karena tanpa beliau, pengendalian inflasi itu tidak akan pernah berhasil,” kata Thomas.

Menurut Thomas, Bank Indonesia turut merasakan dampak dari upaya yang dilakukan Kementan di lapangan. Keberlanjutan produksi dan ketersediaan komoditas menjadi faktor penting untuk menjaga pasokan, terutama ketika kebutuhan masyarakat meningkat dan distribusi pangan menghadapi berbagai tantangan.

“Kami dari BI sungguh-sungguh merasakan kerja kerasnya Bapak di lapangan. Karena kalau tidak, inflasi itu tidak mungkin terkendali,” ungkapnya.

Pasokan Pangan Berperan dalam Stabilitas Harga

Thomas menjelaskan, ketahanan pangan dan pengendalian inflasi memiliki keterkaitan erat. Ketersediaan komoditas yang memadai dapat membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumsi masyarakat dan pasokan di pasar.

Karena itu, penguatan produksi pertanian, pemantauan ketersediaan bahan pangan, serta kelancaran distribusi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut juga penting untuk mengantisipasi potensi gejolak harga di berbagai daerah.

Dalam upaya menjaga stabilitas pangan, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai diperlukan. Kerja sama lintas lembaga dapat membantu mengidentifikasi kendala pasokan sekaligus mendukung penanganan permasalahan distribusi.

Thomas juga mengapresiasi dedikasi Amran dalam mengawal sektor pertanian. Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada satu institusi, tetapi membutuhkan kontribusi berbagai pihak sesuai dengan kewenangannya.

Sinergi Antarwilayah Sulampua Diperlukan

Penguatan koordinasi menjadi perhatian khusus bagi wilayah Sulampua yang memiliki karakteristik geografis dan tantangan distribusi pangan yang beragam.

Kondisi tersebut membuat pemantauan pasokan dan penguatan konektivitas distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan komoditas bagi masyarakat. Koordinasi antardaerah juga diperlukan agar potensi kekurangan pasokan dan kenaikan harga dapat diantisipasi lebih awal.

Melalui sinergi pemerintah, Bank Indonesia, dan pelaku sektor pangan, upaya menjaga stabilitas harga diharapkan dapat berjalan secara konsisten. Penguatan produksi dan distribusi juga menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.

Apresiasi yang disampaikan Thomas menyoroti peran sektor pertanian dalam mendukung stabilitas ekonomi. Dengan menjaga ketersediaan pangan serta memperkuat koordinasi lintas lembaga, pemerintah diharapkan dapat terus mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di berbagai wilayah Indonesia.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *