Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pupuk Indonesia Bangun Irigasi di Lima Daerah, Bantu Petani Hadapi Kekeringan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur pengairan di lima daerah untuk membantu petani mengatasi keterbatasan air, khususnya saat musim kemarau.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Rabu Biru Foundation dalam Program Mata Air Indonesia. Peresmian program berlangsung di Kelurahan Mertelu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026).

Program ini menyasar wilayah pertanian tadah hujan yang rentan mengalami kekeringan. Selain pembangunan fasilitas air, petani juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan kegiatan budidaya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan pertanian. Penggunaan pupuk dan potensi lahan, menurutnya, tidak akan optimal apabila tidak didukung pasokan air yang memadai.

“Ketersediaan air merupakan faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian. Tanpa pasokan air yang memadai, potensi lahan dan penggunaan pupuk belum tentu dapat menghasilkan panen secara optimal,” kata Rahmad dalam keterangan tertulis.

Program Mata Air Indonesia merupakan bagian dari penerapan konsep Creating Shared Value atau penciptaan nilai bersama dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Selain Gunungkidul, program ini dilaksanakan di Grobogan, Jawa Tengah; Pacitan dan Sampang, Jawa Timur; serta Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Rahmad menegaskan, pemenuhan kebutuhan air pertanian membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani.

“Pupuk dan air sangat penting bagi pertanian. Pupuk Indonesia tidak bisa bekerja sendiri dan perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Rabu Biru Foundation, untuk menghadirkan manfaat bagi petani di lima daerah,” ujarnya.

Bangun Sumur Bor hingga Irigasi Bertenaga Surya

Dalam program tersebut, bantuan yang diberikan meliputi pembangunan sumur bor, penyediaan pompa air, panel surya, tangki penampung, serta jaringan pipa untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.

Petani juga memperoleh pelatihan budidaya untuk satu musim tanam, pemanfaatan varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi kering, perawatan sumur bor, dan penanganan pascapanen.

Di Kelurahan Mertelu, Gunungkidul, infrastruktur pengairan dibangun untuk menjawab tantangan pertanian di kawasan dengan karakteristik tanah kering dan bentang alam karst berbatu.

Fasilitas yang dibangun mencakup sumur bor sedalam 103 meter, tandon air beton berkapasitas 20.000 liter, serta jaringan pipa irigasi. Sistem tersebut juga menggunakan pompa yang didukung panel surya untuk membantu mengalirkan air menuju tempat penampungan dan lahan pertanian.

Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare dan memberikan manfaat kepada 93 petani penerima pupuk bersubsidi di wilayah tersebut.

Dengan tersedianya fasilitas pengairan, petani diharapkan dapat mempertahankan kegiatan budidaya saat musim kemarau, mengurangi risiko gagal panen akibat keterbatasan air, serta meningkatkan hasil produksi pertanian.

Rahmad berharap masyarakat dan kelompok tani turut menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Rabu Biru Foundation, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, berharap pembangunan infrastruktur air tersebut dapat membantu petani menjaga keberlangsungan usaha tani, terutama ketika menghadapi musim kemarau.

Ia juga berharap program serupa dapat diperluas ke daerah lain yang membutuhkan dukungan pengairan pertanian.

“Kerja sama ini tidak hanya berhenti di sini. Kami berharap, ke depan, program serupa dapat hadir di daerah-daerah lain yang membutuhkan agar semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya,” kata Titiek.

Salah satu petani penerima manfaat, Suyoto, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation. Ia berharap ketersediaan air dapat mengurangi kendala yang selama ini dihadapi petani di Mertelu ketika musim kemarau tiba.

“Dengan bantuan ini harapannya hasil panen kami lebih melimpah. Tentunya meningkatkan kesejahteraan bagi petani di Mertelu,” ujarnya.

Selain mendukung sektor pertanian, Pupuk Indonesia juga menyalurkan bantuan satu unit ambulans melalui Yayasan Sehat Hijau Sejahtera Yogyakarta dalam kegiatan peresmian di Gunungkidul.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan dan mendukung penanganan darurat medis bagi masyarakat setempat.

Melalui pembangunan infrastruktur air, pendampingan budidaya, dan dukungan sosial, Pupuk Indonesia berharap program ini dapat membantu meningkatkan ketahanan pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani di wilayah penerima manfaat.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *