Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dokter Claudio Costa Nilai Jorge Martin Lebih Tepat Comeback di MotoGP Qatar

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Mantan dokter MotoGP, Claudio Costa, menilai Jorge Martin sebaiknya menunda comeback hingga MotoGP Qatar 2026 daripada memaksakan diri tampil di MotoGP Malaysia. Menurutnya, cedera pergelangan tangan kanan yang dialami pembalap Aprilia tersebut membutuhkan waktu pemulihan lebih panjang.

Martin mengalami kecelakaan saat sprint race MotoGP Australia 2026 yang mengakibatkan tulang radius di tangan kanannya patah. Cedera itu membuatnya harus absen dari balapan di Australia.

Pembatalan MotoGP Australia akibat cuaca buruk membuat situasi Martin dalam persaingan klasemen musim ini tidak mengalami dampak seperti jika balapan tetap berlangsung. Poinnya pun tidak tertinggal jauh dari Marc Marquez.

Sempat muncul kemungkinan Martin kembali membalap di MotoGP Malaysia 2026 pada akhir pekan ini. Peluang tersebut menjadi perhatian karena ia tidak memerlukan operasi untuk menangani cedera yang dialaminya.

Namun, Claudio Costa berpandangan bahwa kondisi pergelangan tangan kanan Martin belum tentu cukup pulih untuk menghadapi tuntutan balapan. Tangan kanan memiliki peran penting dalam mengoperasikan gas dan rem sepeda motor.

“Kesialan Martin adalah mengalami kecelakaan dan cedera-tepatnya, patah pergelangan tangan kanan. Jika itu terjadi di tangan kiri, segalanya akan jauh lebih mudah,” kata Costa kepada GPone, dikutip dari Motosan.

Costa menjelaskan, dengan pendekatan medis yang pernah digunakannya, cedera pada tangan kiri mungkin masih memungkinkan pembalap untuk kembali lebih cepat. Akan tetapi, cedera pada tangan kanan menghadirkan tantangan berbeda karena berkaitan langsung dengan pengendalian motor.

“Dia bahkan mungkin bisa saja membalap keesokan hari dengan menggunakan pendekatan medis saya yang ‘kuno’ dan ‘tidak lazim’. Namun, untuk tangan kanan, itu tidak mungkin, mengoperasikan rem dan gas adalah persoalan yang sama sekali berbeda-dia mau tidak mau harus menunggu,” tutur Costa.

Ia juga menilai Martin tidak seharusnya memaksakan diri untuk tampil di Malaysia hanya karena memiliki keinginan kuat untuk segera kembali ke lintasan.

“Tanpa operasi, dan mengingat cedera terjadi di pergelangan tangan kanan, membalap di Malaysia adalah hal yang mustahil, meskipun mungkin ada keinginan untuk mencobanya,” ucap Costa.

Sebaliknya, Costa melihat MotoGP Qatar sebagai kesempatan yang lebih realistis bagi Martin untuk mempertimbangkan comeback. Jarak waktu pemulihan tambahan dinilai dapat memberikan peluang lebih baik bagi kondisi tangannya.

“Saat tiba di Qatar, kondisinya kemungkinan besar sudah memungkinkan untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil,” kata Costa.

Pandangan Costa menegaskan pentingnya pemulihan cedera sebelum kembali berkompetisi. Bagi Martin, kesiapan fisik dan kemampuan mengendalikan motor secara optimal menjadi faktor penting sebelum menentukan waktu kembali ke lintasan.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *