Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Lazio Bantai Sassuolo 6-2, Pecahkan Rekor Start Terbaik di Serie A

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka — Lazio tampil impresif saat bertandang ke markas Sassuolo dalam lanjutan Liga Italia. Biancocelesti menang telak 6-2 dan mencatatkan start terbaik dalam sejarah klub di Serie A.

Bertanding di Mapei Stadium, Rabu (28/10/2026) dini hari WIB, Lazio mencetak enam gol melalui Kenneth Taylor, Gustav Isaksen, Romano Floriani Mussolini, Mattia Zaccagni, Tijjani Noslin, serta satu gol bunuh diri pemain Sassuolo.

Noslin menjadi salah satu bintang dalam pertandingan tersebut dengan mencetak dua gol. Sementara itu, Sassuolo hanya mampu membalas melalui Kristian Thorstvedt dan Sebastiano Esposito.

Kemenangan ini membuat Lazio mengoleksi 25 poin dari sembilan pertandingan, dengan catatan delapan kemenangan dan satu hasil imbang. Raihan tersebut menjadi start terbaik Lazio sepanjang sejarah keikutsertaannya di Serie A sekaligus mengantarkan mereka ke puncak klasemen sementara.

Lazio unggul tiga poin atas Inter Milan yang baru memainkan delapan pertandingan. Namun, posisi Biancocelesti masih bisa didekati Nerazzurri yang dijadwalkan menghadapi Venezia pada Kamis (29/10) dini hari WIB.

Catatan Rekor Lazio

Berdasarkan catatan Opta, kemenangan atas Sassuolo menjadi kali pertama Lazio mencetak sedikitnya enam gol dalam satu pertandingan di semua kompetisi sejak mengalahkan Spezia dengan skor 6-1 pada Agustus 2021.

Lazio juga mencetak gol melalui lima pemain berbeda. Terakhir kali mereka memiliki lima pencetak gol berbeda dalam satu pertandingan Serie A adalah saat menghadapi Benevento pada Maret 2018.

Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren positif Lazio menjadi lima kemenangan beruntun di liga. Catatan serupa terakhir kali mereka raih pada Oktober-November 2024, ketika masih ditangani Marco Baroni.

Performa tandang Lazio juga terbilang impresif. Mereka memenangi lima pertandingan tandang pertama musim ini. Dalam sejarah Serie A, Lazio baru tiga kali mengawali musim dengan lima kemenangan tandang beruntun, setelah sebelumnya mencatatkan pencapaian serupa pada musim 2002/2003 dan 2017/2018.

Noslin dan Zaccagni Bersinar

Tijjani Noslin mencuri perhatian lewat dua golnya ke gawang Sassuolo. Torehan tersebut menjadi kali pertama penyerang asal Belanda itu mencetak sedikitnya dua gol dalam satu pertandingan Serie A.

Noslin kini telah mengoleksi empat gol dalam delapan penampilan di liga musim ini. Ia hanya pernah mencetak lebih banyak gol dalam satu musim Serie A pada 2023/2024, ketika mengemas lima gol dari 17 pertandingan.

Mattia Zaccagni juga berperan besar dalam kemenangan Lazio. Selain mencetak satu gol, ia menyumbangkan dua assist. Dengan demikian, Zaccagni untuk pertama kalinya terlibat langsung dalam tiga gol dalam satu pertandingan Serie A sepanjang kariernya.

Romano Floriani Mussolini turut mencatatkan pencapaian penting. Golnya ke gawang Sassuolo menjadi gol pertamanya di Serie A setelah menjalani 37 penampilan.

Berkat gol tersebut, Lazio menjadi tim dengan jumlah pencetak gol berbeda terbanyak di Serie A musim ini, yakni 12 pemain.

Kiper Sassuolo Gagalkan Dua Penalti

Di tengah kekalahan telak Sassuolo, kiper Stefano Turati tetap mencatatkan pencapaian istimewa. Ia menggagalkan dua tendangan penalti Lazio yang dieksekusi Zaccagni dan Davide Frattesi pada babak kedua.

Turati menjadi kiper pertama Sassuolo yang mampu menepis dua penalti dalam satu pertandingan Serie A. Dalam 10 tahun terakhir, hanya David de Gea yang sebelumnya mencatatkan pencapaian serupa di kompetisi tersebut, yakni saat Fiorentina menghadapi AC Milan pada Oktober 2024.

Turati kini telah menggagalkan lima penalti di Serie A. Sejak Januari 2024, hanya Vanja Milinkovic-Savic yang mencatatkan lebih banyak penyelamatan penalti, yakni tujuh kali. Turati berada sejajar dengan Marco Carnesecchi.

Sementara itu, Lazio terakhir kali gagal mengeksekusi dua penalti dalam satu pertandingan Serie A pada Januari 2009, ketika menghadapi Cagliari.

Thorstvedt Cetak Gol sebelum Diusir

Kristian Thorstvedt menjalani pertandingan yang kontras. Gelandang Sassuolo tersebut sempat mencetak gol penyama kedudukan pada menit ketujuh. Namun, ia kemudian menerima kartu merah langsung pada menit ke-31 setelah melakukan pelanggaran terhadap Zaccagni.

Kartu merah tersebut menjadi yang pertama bagi Thorstvedt sepanjang 105 penampilannya di Serie A.

Sassuolo akhirnya harus menelan kekalahan telak dan kembali kebobolan sedikitnya enam gol dalam satu pertandingan Serie A. Sejak pertama kali tampil di kasta tertinggi sepak bola Italia pada musim 2013/2014, mereka tercatat sudah delapan kali mengalami kekalahan dengan kebobolan minimal enam gol. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *