Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Presiden La Liga Minta Maaf ke China soal Kontroversi Mbappe dan Mao Zedong

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden La Liga Javier Tebas menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat China menyusul kontroversi pernyataan penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, mengenai Mao Zedong.

Permohonan maaf tersebut dilakukan untuk meredam dampak kontroversi yang berpotensi mengganggu kerja sama bisnis dan hak siar La Liga di China. Hubungan komersial dengan negara Asia Timur itu telah terjalin selama bertahun-tahun dan melibatkan banyak klub serta penggemar sepak bola.

Kontroversi bermula ketika Mbappe menanggapi foto rekayasa dirinya yang menampilkan wajah Mao Zedong. Pernyataannya kemudian memicu reaksi negatif dari sebagian publik China.

Mao Zedong merupakan tokoh penting dalam sejarah revolusi China dan pendiri Republik Rakyat China. Penyebutan sosok tersebut dalam konteks kontroversial memicu keberatan dari sejumlah pihak di negara itu.

Tebas menegaskan bahwa La Liga menyesalkan dampak yang ditimbulkan oleh komentar Mbappe. Ia juga menyatakan memahami kekecewaan yang dirasakan penggemar dan para pemangku kepentingan sepak bola di China.

“Dari La Liga, kami sangat menyesali pernyataan Kylian Mbappe yang telah menimbulkan ketidaknyamanan dan penyinggungan di China.”

“Kami memahami kerugian yang ditimbulkan dan, atas nama La Liga, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat China,” kata Tebas, dikutip dari Daily Mail.

Ia menambahkan, hubungan kemitraan antara La Liga dan China selama ini dibangun atas dasar saling menghormati. Karena itu, pihaknya tidak ingin kontroversi yang melibatkan seorang individu merusak hubungan strategis tersebut.

Tebas memastikan La Liga tengah mengambil langkah untuk memulihkan kepercayaan publik China. Pihaknya juga berkoordinasi dengan mitra penyiaran dan lembaga olahraga setempat agar hubungan kerja sama tetap terjaga.

“Selama bertahun-tahun, kami telah membangun hubungan saling menghormati, percaya, dan bekerja sama dengan China, otoritasnya, lembaga olahraganya, operator audiovisualnya, serta jutaan penggemar sepak bola Spanyol,” jelas Tebas.

“Kami tidak boleh membiarkan tindakan individu ternoda hubungan tersebut atau merugikan lebih dari 20 klub di kompetisi profesional kami dan jutaan penggemar China,” sambungnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi kepentingan komersial La Liga, termasuk hak siar klub-klub yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Spanyol.

Upaya meredakan kontroversi ini menjadi semakin penting setelah muncul ancaman dari stasiun televisi pemerintah China untuk membekukan tayangan yang berkaitan dengan Liga Spanyol. Jika terealisasi, langkah itu berpotensi mengganggu distribusi siaran dan hubungan komersial La Liga di pasar China.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *