Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pemkot Tangerang Perkuat Kompetensi Guru, Dorong Penguasaan Deep Learning hingga Koding dan AI

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | Harian Merdeka

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran masa kini. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai pelatihan, mulai dari pembelajaran mendalam (deep learning) hingga koding dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).

Salah satunya melalui pelatihan dasar deep learning bagi guru sekolah dasar (SD), serta pelatihan koding dan AI bagi guru sekolah menengah pertama (SMP). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Depok.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menekankan pentingnya peran guru dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan AI telah membawa perubahan dalam proses belajar dan mengajar sehingga tenaga pendidik perlu memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan tersebut.

“Melalui pelatihan koding dan AI, guru diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran secara kontekstual dan berbasis proyek. Dalam pelatihan, para guru mempelajari literasi digital, pemrograman dasar, pemanfaatan AI, serta pengembangan kemampuan berpikir komputasional,” papar Wahyudi, Kamis (29/10/2026).

Selain penguasaan teknologi, pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam juga menjadi perhatian dalam pengembangan kompetensi guru. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui pembelajaran mendalam, guru juga didorong mengembangkan strategi pengajaran yang lebih adaptif sehingga siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya tersebut sejalan dengan pengembangan program pelatihan guru di tingkat nasional. Pada Juli 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperluas akses pelatihan pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan. Fasilitas tersebut memungkinkan guru mengikuti pembelajaran secara mandiri maupun melalui pelatihan dengan pendampingan fasilitator.

Wahyudi berharap penguatan kompetensi tenaga pendidik dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Pemkot Tangerang berharap penguatan kompetensi guru dapat berdampak pada kualitas pembelajaran di sekolah. Dengan kemampuan pedagogis yang terus berkembang dan pemanfaatan teknologi secara bijak, guru diharapkan mampu menghadirkan proses belajar yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan tantangan zaman,” pungkasnya.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *