Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Imbas Boikot Massal: Emiten Raffi Ahmad Kena Panggil Bursa Efek!

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), emiten milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, tengah menghadapi sorotan setelah gelaran Rans Carnival di Yogyakarta diwarnai aksi boikot sejumlah pengisi acara hingga dugaan pengerahan massa bayaran.

Persoalan tersebut bahkan menarik perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencecar manajemen RANS dengan sejumlah pertanyaan terkait polemik penyelenggaraan acara tersebut. Dalam keterbukaan informasi, situasi ini menjadi sorotan terhadap pengelolaan kegiatan usaha dan reputasi perusahaan di tengah upaya emiten mengembangkan bisnisnya.

Direktur Keuangan RANS, Rumunggu Yokonapita, membenarkan adanya sejumlah pengisi acara yang mengundurkan diri dari Rans Carnival di Yogyakarta pada pekan lalu. Namun, ia menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan masing-masing pihak.

Pada hari pertama penyelenggaraan, acara tetap berlangsung meskipun sejumlah tenant dan pengisi acara memilih mundur. Kondisi tersebut membuat Rans Carnival terlihat sepi pengunjung.

Situasi berbeda terlihat pada hari kedua ketika jumlah pengunjung tampak meningkat. Namun, keramaian tersebut justru memunculkan persoalan baru setelah beredar dugaan adanya pengerahan massa bayaran untuk meramaikan acara.

Dugaan itu mencuat setelah sejumlah warga sekitar menyampaikan informasi melalui media sosial mengenai kedatangan rombongan warga menggunakan beberapa armada bus. Pola kedatangan tersebut dinilai tidak lazim dibandingkan penyelenggaraan Rans Carnival sebelumnya.

Bahkan, beredar dugaan bahwa warga yang datang mendapatkan imbalan sebesar Rp50.000. Namun, manajemen RANS membantah keterlibatan perusahaan dalam aktivitas tersebut.

“Terkait dugaan pengerahan warga dengan imbalan Rp50.000, perseroan menegaskan bahwa perseroan tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai kegiatan tersebut,” kata Rumunggu.

Di tengah polemik tersebut, manajemen RANS berupaya meyakinkan investor bahwa persoalan Rans Carnival tidak akan mengganggu bisnis perusahaan. Rumunggu menegaskan aksi boikot maupun dugaan pengerahan massa tidak berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha dan prospek kinerja saham RANS ke depan. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *