Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo Siapkan Revitalisasi Stasiun Gambir dan Monas, Kereta Api Bali Ikut Dikembangkan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan sejumlah pengembangan infrastruktur transportasi dan fasilitas publik di Jakarta serta Bali. Arahan tersebut mencakup pembenahan Stasiun Gambir, revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas), pembangunan museum berskala besar, hingga pengembangan layanan kereta api di Pulau Dewata.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, Presiden memberikan sejumlah arahan untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik sekaligus memperkuat daya tarik wisata dan edukasi.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah revitalisasi Stasiun Gambir. Stasiun yang telah beroperasi sejak era 1970-an tersebut dinilai perlu mendapatkan pembaruan karena belum pernah menjalani renovasi menyeluruh.

“Stasiun Gambir diharapkan bisa menjadi pusat stasiun nasional sekaligus kawasan hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota,” jelas Teddy dalam keterangannya.

Selain pembenahan stasiun, Prabowo juga menginginkan penataan kawasan Monas agar semakin nyaman, indah, dan mampu memperkuat nilai sejarah Indonesia. Kawasan ikonik Ibu Kota tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat.

Presiden turut mengarahkan pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum di kawasan Monas. Museum tersebut dirancang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi yang dapat dimanfaatkan berbagai kalangan, khususnya pelajar dan generasi muda.

“Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda,” ungkap Teddy.

Sementara itu, pengembangan infrastruktur transportasi juga diarahkan ke Provinsi Bali. Pemerintah berencana memulai pembangunan layanan kereta api untuk menghubungkan sejumlah kawasan strategis dan destinasi wisata.

Pada tahap awal, jalur kereta tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu. Pengembangannya juga diarahkan untuk menjangkau sejumlah kawasan di wilayah utara Bali.

Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas transportasi, mempermudah mobilitas wisatawan, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata di Bali.

Teddy menyampaikan, berbagai proyek tersebut merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo menghadirkan fasilitas publik yang lebih modern dan berkualitas. Pemerintah juga ingin menjadikan infrastruktur tersebut sebagai kebanggaan nasional.

“Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, stasiun Gambir, pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tapi juga menjadi nation pride atau kebanggaan nasional,” pungkasnya. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *