TERKINI
Rabu, 29 Juli 2026Portal Berita Harian Merdeka
Nasional

Dukung Eliminasi TBC, Pemkot Tangerang Gelar Tracing CKG di 430 Lokus

Oleh · Juli 29, 2026 · 3 pembaca

Tangerang | Harian Merdeka

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan mulai mengimplementasikan program penelusuran kontak (contact tracing) Tuberkulosis (TBC) yang diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menjadi salah satu strategi percepatan deteksi dini sekaligus mendukung target nasional Eliminasi TBC pada 2030.

Pelaksanaan perdana program tersebut berlangsung di Kelurahan Alam Jaya, Kecamatan Jatiuwung, dan menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, Kota Tangerang mendapat mandat untuk melaksanakan program tracing terintegrasi CKG di 430 lokus hingga November 2026. Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan dilakukan secara serentak di lima lokus.

“Kami mendapat target penyelesaian tracing terintegrasi CKG di 430 lokus sampai November mendatang. Kegiatan perdana ini menjadi langkah awal untuk mempercepat penemuan kasus secara aktif sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar dr. Dini.

Ia menjelaskan, setiap lokus menargetkan sekitar 100 peserta yang berasal dari keluarga maupun lingkungan terdekat pasien TBC. Selain penelusuran kontak, masyarakat juga memperoleh berbagai layanan kesehatan, mulai dari skrining TBC, pemeriksaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga pemeriksaan foto rontgen paru menggunakan perangkat portabel guna mendukung deteksi dini.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu menemukan kasus yang belum terdiagnosis sekaligus memutus rantai penularan TBC di lingkungan masyarakat.

“Fokus kami adalah menjangkau kontak erat pasien TBC karena kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi. Dengan pemeriksaan yang dilakukan lebih awal, peluang untuk menemukan kasus dan memberikan pengobatan secara cepat akan semakin besar,” jelasnya.

Program ini juga melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan puskesmas, kader kesehatan, hingga unsur kewilayahan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh target lokus dapat tercapai sesuai jadwal.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan skrining dan pemeriksaan yang disediakan tanpa rasa takut maupun khawatir. Melalui gerakan TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh), masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa TBC dapat disembuhkan apabila dideteksi sejak dini dan menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Jangan ragu ketika petugas kesehatan atau kader mengajak mengikuti skrining TBC maupun CKG. Semakin cepat penyakit ditemukan, semakin cepat pula penanganan dilakukan sehingga risiko penularan dapat ditekan. Mari bersama-sama mendukung terwujudnya Eliminasi TBC 2030,” tutup dr. Dini.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *