Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Herman Didesak Mundur Dari Kursi SEKDA Kota Tangerang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | Harian Merdeka

Desakan agar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman mundur dari jabatannya menguat. Di tengah tekanan tersebut, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengonfirmasi bahwa pergantian jabatan Sekda Kota Tangerang akan dilakukan pada 2027.

“Insya Allah tahun depan, 2027, akan ada pergantian Sekda,”ujar Sachrudin singkat saat dihubungi HARIAN MERDEKA melalui telepon, Jumat (7/8/2026).

Herman Suwarman menjabat Sekda Kota Tangerang sejak dilantik pada 6 Januari 2020 oleh Wali Kota Arief R. Wismansyah. Masa jabatannya kemudian diperpanjang pada 6 Januari 2025.

Jika pergantian tersebut benar dilakukan pada 2027, Herman Suwarman akan mengakhiri masa tugasnya setelah sekitar tujuh tahun menjabat sebagai Sekda Kota Tangerang.

DESAKAN MUNDUR DARI GHARIS

Ketua Umum DPP GHARIS (Gerakan Hak Asasi dan Reformasi Indonesia Sejahtera), Hotmartua Simanjuntak, sebelumnya mengeluarkan pernyataan terbuka yang mengkritisi kebijakan dan kinerja Herman Suwarman selama menjabat Sekda.

Hotmartua Simanjuntak
Hotmartua Simanjuntak

“Pilihannya ada dua: mundur secara terhormat, atau diberhentikan dari jabatan yang telah diduduki selama enam tahun,” ujar Hotmartua.Jumat (7/8/26).

Menurut Hotmartua, Kota Tangerang merupakan daerah dengan potensi ekonomi besar. Posisi wilayah yang berdekatan dengan Ibu Kota Negara, keberadaan kawasan bandara, ratusan hotel, serta ribuan pergudangan dinilai menjadi modal ekonomi yang besar bagi daerah tersebut.

Namun, ia menilai kondisi sosial ekonomi masyarakat masih stagnan, yang antara lain ditandai dengan tingginya angka kemiskinan dan minimnya lapangan kerja.

Hotmartua juga menilai lemahnya koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) turut menghambat masuknya investasi akibat birokrasi yang dinilai masih berbelit.

“Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kata Hotmartua, semestinya dijadikan Pemkot Tangerang sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja birokrasi, bukan menunggu tekanan publik semakin besar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *