Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional, Dorong Kemandirian Teknologi Indonesia

Bagikan: Facebook X WhatsApp

BEKASI | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Peluncuran tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mendorong pengembangan industri kendaraan listrik nasional. MoLiNas diharapkan mampu menghadirkan pilihan mobilitas yang terjangkau dan berkualitas sekaligus meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.

Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau langsung proses produksi motor listrik. Setelah itu, Presiden melihat berbagai stan yang menampilkan ekosistem kendaraan listrik sebelum menandatangani plakat produksi ALVA yang telah mencapai 20 ribu unit.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan peluncuran MoLiNas merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

Menurut Rosan, pengembangan motor listrik nasional sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dalam menjalankan berbagai aktivitas ekonomi.

“Acara pada hari ini sangat penting dan sangat strategis, karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa kita ini harus mandiri, kita harus berdikari, berdiri di atas kaki sendiri untuk setiap kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia,” ujar Rosan.

Rosan menjelaskan, pengembangan MoLiNas merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pengusaha, dan perusahaan nasional. Sinergi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa berbagai komponen yang dibutuhkan untuk membangun industri motor listrik dapat dikembangkan dengan kekuatan dalam negeri.

Sementara itu, Presiden Prabowo mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan MoLiNas. Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan swasta, BUMN, pelaku usaha, serta akademisi memiliki peran penting dalam memperkuat kemampuan Indonesia di bidang penelitian, pengembangan, sains, dan teknologi.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis,” kata Prabowo.

Presiden menilai pengembangan MoLiNas menjadi contoh nyata penerapan semangat Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi berbagai kekuatan nasional untuk mencapai kepentingan dan kemajuan bersama.

Prabowo menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi merupakan salah satu kunci keberhasilan sebuah negara di era modern. Teknologi, kata dia, harus mampu dimanfaatkan untuk memperkuat kehidupan, ekonomi, serta daya saing bangsa.

“Hari ini adalah menurut pendapat saya, salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated. Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi,” ujarnya.

Peluncuran MoLiNas juga menandai arah baru transformasi industri otomotif Indonesia. Pemerintah tidak ingin Indonesia hanya menjadi konsumen atau pasar bagi produk teknologi dari negara lain, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi dan menghasilkan produk sendiri.

Dengan dukungan pemerintah, BUMN, sektor swasta, dunia usaha, dan akademisi, pengembangan kendaraan listrik nasional diharapkan dapat menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ketahanan energi, serta membuka peluang pertumbuhan industri baru.

MoLiNas pun diharapkan menjadi salah satu simbol penguatan industri nasional sekaligus bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian teknologi, energi, dan ekonomi.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *