Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Golkar Reshuffle AKD DPR, Agun Gunanjar hingga Daniel Mutaqien Bergeser

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Fraksi Partai Golkar melakukan perombakan susunan keanggotaan di sejumlah alat kelengkapan dewan (AKD) DPR RI. Rotasi tersebut mencakup jajaran pimpinan fraksi dan beberapa komisi DPR.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, mengatakan perubahan susunan tersebut telah diumumkan dalam rapat paripurna DPR.

“Saya ingin melaporkan pada teman-teman juga rekan-rekan fraksi bahwa ada perubahan susunan pimpinan fraksi, per hari ini sudah diumumkan di rapat paripurna,” ujar Sarmuji dalam acara pengarahan ketua umum di kantor Partai Golkar, Selasa (18/8).

Perubahan susunan keanggotaan Fraksi Golkar di AKD tersebut tertuang dalam surat fraksi tertanggal 14 Agustus mengenai Penetapan Susunan Keanggotaan AKD dari Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Salah satu perubahan terjadi pada posisi Sekretaris Fraksi Golkar. Sarmuji menyebut jabatan tersebut kini diisi Gde Sumarjaya Linggih, menggantikan Sari Yuliati yang sebelumnya menjabat posisi tersebut sebelum ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir.

Rotasi juga terjadi di jajaran pimpinan komisi. Di Komisi II DPR RI, posisi Wakil Ketua yang sebelumnya ditempati Zulfikar Arse kini dijabat Agun Gunanjar Sudarsa.

Sementara itu, posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang sebelumnya kosong kini diisi Daniel Mutaqien Syafiuddin.

Perubahan juga menyentuh Komisi X DPR RI. Hetifah Sjaifudian tidak lagi menjabat sebagai Ketua Komisi X dan dipindahkan menjadi anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi sosial dan keagamaan.

Posisi Ketua Komisi X selanjutnya ditempati Agung Widyantoro.

Sarmuji mengakui proses perombakan susunan fraksi tidak mudah. Menurutnya, sejumlah kader memiliki kedekatan dengan pengurus pusat maupun organisasi pendiri Partai Golkar, seperti Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Kosgoro, dan Soksi.

“Jadi pokoknya ngeri-ngeri sedap sekarang ini. Padahal ketua fraksinya masih sekjen, kalau ketua fraksinya bukan sekjen lebih pusing lagi itu. Jadi saya sampaikan laporan ini sekaligus minta perlindungan pada Ketua Umum ini,” kata Sarmuji di hadapan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Perombakan tersebut menjadi bagian dari penataan internal Fraksi Golkar di DPR RI, khususnya dalam pembagian tugas pada sejumlah komisi dan alat kelengkapan dewan.(Hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *