Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Desakan Reshuffle Kabinet Prabowo Kembali Mengemuka, Pengamat Soroti Menteri Tak Kompeten

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Desakan agar Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mengemuka. Sejumlah pengamat menilai menteri yang tidak menunjukkan kinerja, tidak kompeten, hingga kerap menimbulkan kegaduhan perlu dievaluasi.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, mengatakan reshuffle sebaiknya menyasar para menteri yang dinilai tidak berprestasi dan tidak memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

“Harusnya menteri tak berprestasi dan tidak kompeten di-kicked out, jangan dipertahankan,” ujar Jerry kepada SindoNews, Kamis (20/8/2026).

Menurut Jerry, sejumlah kriteria dapat menjadi pertimbangan dalam melakukan evaluasi terhadap jajaran kabinet, termasuk menteri yang kerap melakukan blunder dan menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

“Cari menteri kompeten seperti era Soeharto,” katanya.

Terkait waktu pelaksanaan reshuffle, Jerry menilai Presiden Prabowo dapat mempertimbangkannya pada momentum dua tahun pemerintahan, yakni sekitar Oktober 2026.

Pandangan serupa disampaikan pegiat sosial-politik sekaligus tokoh eksponen Angkatan Reformasi 1998, Andrianto. Ia menilai kinerja Kabinet Merah Putih belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat sehingga diperlukan penyegaran melalui perombakan kabinet.

“Memang kinerja kabinet tidak sesuai harapan. Kini jelang dua tahun sudah saatnya kabinet dirombak total. Butuh penyegaran dengan sosok baru yang bukan bagian dari rezim lama,” ujar Andrianto.

Sementara itu, peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP), Tri Wibowo Santoso, menilai perubahan arah ekonomi-politik pemerintahan Prabowo dapat berjalan lebih lambat apabila sejumlah posisi strategis masih diisi figur yang dianggap tidak sejalan dengan arah kebijakan pemerintah saat ini.

Menurut Bowo, sapaan Tri Wibowo Santoso, pergantian sejumlah figur di kabinet belum serta-merta mempercepat laju pemerintahan dalam mengejar ketertinggalan dari negara-negara industri maju.

Ia menilai masih terdapat sejumlah menteri yang merupakan bagian dari pemerintahan sebelumnya dan dinilai membawa pendekatan kebijakan yang tidak sejalan dengan arah pemerintahan saat ini.

Bowo juga mengaitkan kondisi tersebut dengan penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo. Namun, angka kepuasan yang disebutkannya merupakan penilaian atau pandangan dari narasumber dan perlu dikonfirmasi melalui data survei lembaga yang kredibel.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan Presiden Prabowo Subianto belum berencana melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

“Belum, belum. Itu kan kemarin karena ada pertanyaan mengenai reshuffle, jadi sampai hari ini belum ada rencana untuk adanya reshuffle,” ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Menurut Prasetyo, apabila nantinya terdapat perubahan dalam susunan kabinet, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan pengisian sejumlah jabatan wakil menteri yang kosong.

“Nah yang kami sampaikan adalah, kalaupun ada mungkin prioritasnya adalah mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal itu sementara saat ini kosong,” tuturnya.

Prasetyo mencontohkan posisi Wakil Menteri Pertanian yang kosong setelah ditinggalkan Sudaryono untuk menjalankan tugas baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, terdapat pula jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang kosong.

Dengan demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Presiden Prabowo mengenai reshuffle besar-besaran Kabinet Merah Putih. Wacana perombakan kabinet yang kembali mencuat masih sebatas dorongan dan pandangan dari sejumlah pengamat serta tokoh masyarakat.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *