Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kaltim Anugerahkan Desa Wisata Terbaik, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Pariwisata Desa

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Samarinda | Harian Merdeka

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong desa menjadi kekuatan baru dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penganugerahan Lomba Desa Wisata serta penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan desa dalam rangkaian Kaltim Expo 2026 di Atrium Big Mall Samarinda, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang digelar Pemprov Kaltim melalui Dinas Pariwisata itu bertujuan memberikan apresiasi kepada desa-desa wisata berprestasi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi desa di Bumi Etam.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim A.M. Fitra Firnanda, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim M. Faisal, serta jajaran pemerintah kabupaten/kota terkait.

A.M. Fitra Firnanda mengatakan penghargaan yang diberikan kepada desa wisata bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi daerah untuk terus mengembangkan potensi pariwisata.

“Anugerah ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi penyemangat bagi kita semua untuk membuktikan bahwa Kalimantan Timur, khususnya desa-desa yang ada di dalamnya, tidak kalah dengan daerah lain dan mampu menghadirkan objek wisata yang unggul, menarik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki potensi wisata yang tersebar di berbagai desa dan kabupaten/kota. Namun, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aksesibilitas dan infrastruktur pendukung.

“Kita menyadari bahwa salah satu tantangan utama dalam pengembangan desa wisata adalah infrastruktur. Banyak potensi wisata di desa yang memiliki keindahan luar biasa, tetapi masih terkendala akses jalan dan infrastruktur pendukung lainnya,” jelasnya.

Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus Pemprov Kaltim agar berbagai potensi wisata di daerah semakin mudah diakses dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim M. Faisal mengapresiasi seluruh desa wisata yang berpartisipasi dalam ajang tersebut, termasuk para mitra dan pemangku kepentingan yang mendukung pengembangan pariwisata di daerah.

Ia menegaskan, kerja sama yang ditandatangani menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem desa wisata di Kalimantan Timur.

“Kolaborasi merupakan bagian penting dari perjalanan desa wisata. Tidak mungkin desa wisata berkembang hanya dengan mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra strategis lainnya,” kata Faisal.

Saat ini, terdapat 122 desa wisata dari total 841 desa di Kalimantan Timur. Faisal berharap kondisi fiskal yang dihadapi saat ini tidak mengurangi semangat seluruh pihak dalam mengembangkan sektor pariwisata.

“Justru dengan keterbatasan yang ada, kolaborasi dan kreativitas harus semakin diperkuat agar potensi desa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam ajang tersebut, penghargaan kategori Juara Utama diberikan kepada Desa Wisata Klempang Sari, Kabupaten Paser, sebagai Juara I. Juara II diraih Desa Wisata Bangun Rejo, Kabupaten Kutai Kartanegara, sedangkan Juara III diraih Desa Wisata Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai Barat.

Selain kategori utama, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah desa wisata dalam kategori khusus, yakni:

  • Pemberdayaan Masyarakat: Desa Sangkuliman, Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Ekowisata Bahari: Kampung Teluk Harapan, Kabupaten Berau.
  • Agrowisata: Desa Bhuana Sari Bumi Rapak, Kabupaten Kutai Timur.
  • Pedalaman dan Adat: Kampung Lutan, Kabupaten Mahakam Ulu.
  • Budaya: Desa Wisata Pampang, Kota Samarinda.
  • Kreatif: Desa Wisata Satimpo Indah, Kota Bontang.
  • Konservasi Mangrove: Kampung Wisata Hendrawisata Pesona Mangrove, Kota Balikpapan.

Penganugerahan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi menjadi pemantik bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menjaga potensi alam dan budaya.

Pemprov Kaltim berharap semakin banyak desa mampu mengembangkan potensi wisata secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, promosi, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor, desa wisata diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Kaltim Expo 2026 pun menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pariwisata Kalimantan Timur yang maju, inklusif, dan berdaya saing. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *