Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pemkab Sragen Masuk 10 Besar Pemanfaatan Indeks Daya Saing Daerah Jateng

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Boyolali | Harian Merdeka

Kabupaten Sragen masuk dalam jajaran 10 kabupaten/kota penerima Apresiasi Pemanfaatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Jawa Tengah Tahun 2026.

Capaian tersebut menunjukkan upaya Pemerintah Kabupaten Sragen dalam memanfaatkan data, riset, dan inovasi sebagai dasar untuk membaca kondisi daya saing serta menentukan arah pembangunan daerah.

Penghargaan diterima Bupati Sragen Sigit Pamungkas dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam rangkaian Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-Alun Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026).

Apresiasi diberikan kepada kabupaten/kota yang dinilai mampu memanfaatkan IDSD sebagai instrumen untuk mendorong peningkatan daya saing daerah.

Sebelum memperoleh penghargaan, Pemkab Sragen menyusun Laporan Pemanfaatan IDSD Kabupaten Sragen Tahun 2026. Dokumen tersebut memuat analisis kondisi daya saing daerah, identifikasi kekuatan dan kelemahan, kesenjangan dengan wilayah pengembangan, prioritas intervensi, hingga rencana tindak lanjut pemanfaatan IDSD dalam pembangunan.

Laporan itu kemudian melalui proses penilaian dewan juri. Sragen berhasil masuk 15 besar dan melanjutkan ke tahap presentasi serta wawancara yang dipaparkan langsung oleh Bupati Sigit Pamungkas.

Setelah melalui seluruh tahapan penilaian, Kabupaten Sragen ditetapkan sebagai salah satu dari 10 kabupaten/kota penerima Apresiasi Pemanfaatan IDSD Jawa Tengah Tahun 2026.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Sragen untuk terus memperkuat pembangunan berbasis data, riset, dan inovasi.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana IDSD kita gunakan untuk membaca posisi Sragen, melihat apa yang masih kurang, kemudian kita tindak lanjuti melalui kebijakan dan program yang konkret. Ini menjadi bagian dari upaya kita membangun Sragen yang semakin berdaya saing, sejahtera, dan tidak meninggalkan masyarakat,” ujar Sigit.

Menurutnya, IDSD tidak hanya digunakan untuk mengukur daya saing daerah, tetapi juga menjadi instrumen bagi pemerintah dalam membaca persoalan, menentukan prioritas, serta merumuskan strategi pembangunan.

“Pemanfaatan IDSD di Kabupaten Sragen tidak berhenti pada pengukuran angka indeks. Hasil analisis digunakan untuk membaca secara lebih tajam posisi daya saing Sragen, menentukan aspek yang perlu diperkuat, serta merumuskan strategi dan rencana aksi pembangunan,” lanjutnya.

Sigit menambahkan, peningkatan daya saing daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemkab Sragen akan terus mendorong keterlibatan perangkat daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta pemerintah pusat dan provinsi agar hasil riset dan inovasi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan pembangunan.

Dalam pelaksanaannya, hasil analisis daya saing dipadukan dengan dokumen perencanaan, riset dan inovasi daerah, serta program prioritas pembangunan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat kebijakan pembangunan semakin berbasis data dan bukti.

Berdasarkan Surat Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor S/000.9.6/548/2026 tertanggal 14 Agustus 2026, Kabupaten Sragen tercantum sebagai salah satu dari 10 kabupaten/kota penerima penghargaan.

Apresiasi IDSD Jawa Tengah 2026 bukan merupakan kompetisi yang menetapkan juara pertama, kedua, atau ketiga. Penghargaan diberikan kepada 10 kabupaten/kota terpilih yang dinilai berhasil memanfaatkan IDSD dalam mendukung peningkatan daya saing daerah.

Bagi Pemkab Sragen, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperbaiki berbagai aspek yang masih menjadi tantangan, mempertahankan keunggulan yang telah dicapai, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ke depan, IDSD diharapkan terus menjadi instrumen dalam mengarahkan pembangunan Kabupaten Sragen agar lebih tepat sasaran, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *