Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Wamenkop Optimistis Lurik Prasojo Tembus Pasar Internasional

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | Harian Merdeka

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera atau Lurik Prasojo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, untuk terus meningkatkan kapasitas usaha hingga mampu menembus pasar internasional.

Farida mengatakan, dukungan pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi diharapkan tidak hanya membantu keberlangsungan usaha koperasi, tetapi juga menjadi modal untuk mengembangkan produk lurik agar semakin kompetitif.

“Pembiayaan ini bukan hanya agar koperasinya berjalan, tetapi kita harapkan Koperasi Aji Tera dengan Lurik Prasojo-nya bisa naik kelas hingga ke mancanegara,” kata Farida dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Farida, lurik memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar global. Selain memiliki nilai ekonomi, kain lurik juga membawa identitas budaya dan sejarah yang kuat.

Koperasi Aji Tera sendiri telah menaungi para perajin lurik sejak 1950. Keberadaan koperasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus mengembangkan industri wastra lokal di Klaten.

Farida menilai pengembangan lurik perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, inovasi desain, penguatan pemasaran hingga perluasan akses pasar.

“Kita ingin membangun ekosistem tenun dan lurik yang sama kuatnya dengan batik,” ujarnya.

Dukungan pembiayaan dari LPDB Koperasi menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat koperasi sektor riil agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah. Koperasi diharapkan tidak hanya menjadi wadah ekonomi bagi anggotanya, tetapi juga mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan, pembiayaan kepada Koperasi Aji Tera merupakan bagian dari upaya memastikan dana bergulir memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha koperasi.

Menurutnya, pembiayaan harus dibarengi dengan penguatan kapasitas, pengembangan produk, perluasan pasar, serta pembangunan ekosistem usaha yang melibatkan anggota koperasi dan pelaku usaha di sekitarnya.

“Kami ingin dana bergulir tidak berhenti pada aspek pembiayaan. Dana tersebut harus menjadi pengungkit agar koperasi semakin produktif, memperluas usahanya, meningkatkan nilai tambah produk, dan pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih besar kepada anggota serta masyarakat,” kata Krisdianto.

Ia menilai Koperasi Aji Tera menunjukkan bahwa koperasi dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni menjaga warisan budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi produktif.

Keberadaan Lurik Prasojo selama puluhan tahun juga dinilai menjadi modal penting untuk membangun merek wastra lokal yang memiliki karakter kuat. Dengan penguatan pembiayaan dan ekosistem usaha, produk lurik diharapkan mampu memperluas pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pengembangan lurik Klaten juga mendapat perhatian dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar. Ia menilai lurik memiliki peluang untuk diterima konsumen global karena menawarkan lebih dari sekadar produk fesyen.

Menurut Irene, setiap motif lurik memiliki cerita dan filosofi yang dapat menjadi kekuatan dalam pemasaran di pasar internasional.

“Lurik memiliki kesederhanaan pola yang sangat bisa diterima pasar internasional,” ujar Irene.

Ia menambahkan, nilai budaya yang melekat pada lurik dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara koperasi, pemerintah, desainer, pelaku industri fesyen, pariwisata, hingga berbagai sektor kreatif lainnya.

Pemerintah juga mendorong promosi Lurik Prasojo melalui berbagai kanal agar semakin dikenal masyarakat luas, termasuk membuka peluang pengenalan produk melalui media penerbangan nasional serta ekosistem ekonomi kreatif yang dekat dengan generasi muda.

LPDB Koperasi menilai pengembangan Koperasi Aji Tera tidak hanya berdampak terhadap pertumbuhan satu koperasi. Penguatan usaha tersebut diharapkan menciptakan efek berganda bagi perajin, anggota koperasi, perempuan pelaku usaha, dan masyarakat di sekitar sentra produksi.

Rantai nilai lurik pun diharapkan semakin kuat dari hulu hingga hilir, mulai dari proses produksi oleh perajin, pengembangan desain, pemasaran, hingga distribusi.

Krisdianto menegaskan, model pengembangan tersebut sejalan dengan transformasi koperasi yang didorong LPDB Koperasi untuk memperkuat koperasi sektor riil agar semakin produktif, profesional, dan mampu mengambil peran dalam rantai pasok perekonomian nasional.

“Koperasi tidak hanya menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai ekonomi baru. Inilah yang kami dorong melalui dukungan dana bergulir,” kata Krisdianto.

Ke depan, koperasi produktif seperti Aji Tera juga diharapkan dapat terhubung dengan ekosistem yang lebih luas, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai etalase produk lokal dari berbagai daerah.

Melalui dukungan pembiayaan, inovasi produk, penguatan kapasitas, dan perluasan akses pasar, Lurik Prasojo diharapkan mampu berkembang dari produk warisan budaya Klaten menjadi wastra Indonesia yang memiliki daya saing dan dikenal di pasar dunia.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *