Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Suku Dayak Pedalaman Dapat Penyesuaian Syarat Masuk TNI, Termasuk Soal Tato dan Postur

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan agar masyarakat Suku Dayak pedalaman mendapat kesempatan untuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Prabowo dengan Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).

Mengutip unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet, Prabowo disebut telah memberikan sejumlah instruksi terkait aspirasi yang disampaikan Panglima Jilah.

Salah satunya menyangkut keinginan masyarakat Dayak untuk menjadi anggota TNI-Polri. Dalam hal ini, persyaratan rekrutmen diminta untuk disesuaikan dengan kondisi dan tradisi masyarakat adat, termasuk terkait penggunaan tato.

Sehari kemudian, Sabtu (29/8), Prabowo memanggil Panglima TNI, para kepala staf angkatan, serta sejumlah menteri ke kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta perkembangan mengenai sejumlah hal, termasuk penyesuaian persyaratan perekrutan masyarakat Suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI.

“Selain itu, dibahas penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatra,” demikian pernyataan Sekretariat Kabinet RI.

Markas Besar TNI menyatakan akan menindaklanjuti arahan Presiden tersebut.

“Segala petunjuk dan arahan Bapak Presiden, TNI akan menindaklanjuti,” kata Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas saat dihubungi, Minggu (30/8).

Nas menegaskan bahwa pada prinsipnya TNI memberikan kesempatan kepada seluruh putra-putri bangsa untuk mengabdi.

“Mengenai mekanisme dan bentuk penyesuaiannya, akan disampaikan setelah pembahasan dan penetapannya selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut adanya peluang pemberian keistimewaan atau penyesuaian tertentu bagi masyarakat Suku Dayak pedalaman yang ingin mengikuti rekrutmen TNI.

“Oh ya, suku Dayak pedalaman dimintakan peluang untuk bisa masuk TNI, yang pendek-pendek kasih sedikit privilege lah,” kata Sjafrie di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/8).

Terpisah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan masyarakat Dayak pada dasarnya sudah diperbolehkan mengikuti rekrutmen TNI, termasuk mereka yang memiliki tato sebagai bagian dari tradisi adat.

“Ya memang dari dulu juga sudah boleh, memang enggak ada masalah itu, dulu dibuatnya kalau punya tato karena tradisi ya diizinkan,” kata Maruli.

Meski demikian, bentuk penyesuaian persyaratan bagi masyarakat Dayak pedalaman tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh TNI.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *