Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Komisi XII Apresiasi Anggaran ESDM 2027, 82 Persen untuk Infrastruktur dan Program Strategis

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Komisi XII DPR RI mengapresiasi postur Pagu Anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp27,37 triliun. Sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur energi.

Dari total pagu tersebut, sekitar Rp22,51 triliun atau 82 persen diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur serta program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Komisi XII menilai besarnya porsi anggaran untuk program strategis dan infrastruktur menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap penguatan infrastruktur sekaligus ketahanan energi nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi komposisi anggaran tersebut. Menurutnya, belanja operasional Kementerian ESDM yang dapat ditekan membuat ruang anggaran untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur menjadi lebih besar.

“Dari total anggaran yang diajukan Rp27,3 triliun, sebanyak 82 persen adalah program strategis dan infrastruktur. Ini menunjukkan bahwa Menteri ESDM sangat progresif dan memiliki perhatian pada pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan ketahanan energi,” ujar Bambang.

Menanggapi hal tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan sejumlah program yang menjadi prioritas pemerintah. Salah satunya adalah menuntaskan wilayah yang belum mendapatkan akses listrik melalui program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Bahlil menyebut masih terdapat sekitar 11 ribu desa dan dusun yang belum teraliri listrik. Pemerintah menargetkan seluruh wilayah tersebut memperoleh akses listrik secara bertahap hingga 2029–2030.

“Semua desa dan dusun totalnya masih ada 11 ribu yang belum berlistrik. Target kita sampai 2029-2030 semua desa sudah harus dialiri listrik. Anak yang lahir di daerah tanpa listrik harus kita bantu, ini pekerjaan mulia kita bersama,” ungkap Bahlil.

Selain program ketenagalistrikan, anggaran juga diarahkan untuk pembangunan infrastruktur sektor minyak dan gas bumi.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, alokasi terbesar dalam Pagu Anggaran 2027 antara lain berada pada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan sebesar Rp10,44 triliun dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp11,34 triliun.

Pada Ditjen Ketenagalistrikan, anggaran tersebut antara lain mencakup program Listrik Desa sebesar Rp9,67 triliun dan BPBL sebesar Rp593,1 miliar.

Sementara itu, pada Ditjen Migas, anggaran antara lain dialokasikan untuk pembangunan jaringan gas bumi (jargas) secara multiyears sebesar Rp5,21 triliun serta pembangunan pipa Dusem sebesar Rp3,94 triliun.

Bahlil menegaskan porsi belanja operasional Kementerian ESDM dalam pagu tersebut tetap dijaga agar efisien. Dengan demikian, anggaran dapat lebih banyak diarahkan untuk pelaksanaan program prioritas.

“Anggaran operasional kita cuma 13 persen saja, semuanya kita dorong untuk program pro-rakyat dan infrastruktur,” tambah Bahlil.

Dalam rapat tersebut, postur awal Pagu Anggaran Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp27,37 triliun disepakati.

Komisi XII menerima penjelasan Menteri ESDM untuk selanjutnya dilakukan pendalaman melalui rapat dengar pendapat bersama jajaran eselon I Kementerian ESDM. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *