Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Komisi XI DPR RI Sepakati Asumsi Ekonomi Makro RAPBN 2027

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Komisi XI DPR RI menyepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro, Sasaran Pembangunan, dan Indikator Pembangunan dalam Rancangan APBN (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perwakilan Kepala BPI Danantara di Kompleks DPR RI, Rabu (2/9/2026).

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan seluruh proses pembahasan telah dilalui hingga menghasilkan kesepakatan bersama.

“Alhamdulillah dengan semua proses yang ada, kami telah menyepakati dan kesimpulan rapat saya nyatakan disetujui,” ucap Misbakhun dalam rapat tersebut.

Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Dalam rapat kerja tersebut, Komisi XI menyepakati sejumlah indikator dalam Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBN 2027.

Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6,0 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan laju inflasi sebesar 2,5 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah ditetapkan sebesar Rp17.500 per dolar AS dan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen.

Selain itu, Komisi XI menyepakati sejumlah sasaran dan indikator pembangunan. Tingkat kemiskinan ditargetkan berada pada kisaran 6,0-6,5 persen, sedangkan tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 0-0,5 persen.

Rasio Gini ditargetkan sebesar 0,360-0,365 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,30-4,87 persen. Adapun Indeks Modal Manusia ditargetkan mencapai 0,575.

Sementara itu, Indeks Kesejahteraan Petani ditargetkan sebesar 0,8038, Nilai Tukar Petani (NTP) berada pada kisaran 126-128, dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 106-110.

Target Penciptaan Lapangan Kerja

Dalam sasaran pembangunan lainnya, proporsi penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan mencapai 40,81 persen.

Pemerintah juga menargetkan penciptaan lapangan kerja baru sebanyak 2,57 juta hingga 3,49 juta orang.

Adapun GNI per kapita ditargetkan mencapai US$5.800-5.840 atau sekitar Rp98,54 juta-Rp99,22 juta. Sementara itu, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup ditargetkan berada pada angka 76,84.

Menkeu Apresiasi Komisi XI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota Komisi XI DPR RI atas dukungan dalam rangkaian pembahasan Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBN 2027.

Menurut Purbaya, pembahasan yang berlangsung dinamis dan konstruktif tersebut menghasilkan komitmen untuk mendorong kebijakan fiskal 2027 agar semakin efektif dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menambahkan, seluruh masukan, pandangan, saran, serta kesepakatan yang dicapai dalam rapat kerja akan ditindaklanjuti dan menjadi pedoman dalam penyempurnaan kebijakan serta penyusunan arsitektur RAPBN 2027.

“Semoga seluruh ikhtiar, pemikiran, dan kerja sama yang telah kita lakukan menjadi bagian dari upaya besar untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *