Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Rosan Ungkap Hasil Pertemuan Prabowo-Putin, Ada Rencana Investasi Pupuk

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan di Vladivostok, Rusia. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkap sejumlah peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari investasi pupuk hingga perkapalan.

Rosan mengatakan, Pupuk Indonesia bersama pihak Rusia telah menandatangani joint study untuk mengkaji potensi investasi produksi pupuk urea di Vladivostok.

“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” kata Rosan dalam keterangan tertulis Biro Sekretariat Presiden, Jumat (4/9/2026).

Menurut Rosan, peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka peluang untuk memperluas investasi. Kerja sama dengan Rusia diharapkan dapat memperkuat ketahanan bahan baku sekaligus mendukung industri pupuk nasional.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan penandatanganan nota kesepahaman tersebut sejalan dengan arahan Danantara. Menurutnya, Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik memiliki posisi strategis bagi pengembangan industri pupuk.

Putin Tawarkan Kapal Pengolahan Ikan

Selain kerja sama pupuk, Rosan menyebut Putin juga menawarkan kerja sama di bidang perkapalan. Tawaran tersebut mencakup kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat digunakan untuk mengolah ikan secara langsung.

“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” ujar Rosan.

Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut bagi Indonesia.

Rosan juga menyoroti rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia yang diharapkan semakin membuka peluang perdagangan dan investasi kedua negara. Terlebih, perdagangan Indonesia-Rusia tercatat meningkat lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya.

“Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara,” kata Rosan.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *